Kota Semarang Targetkan Deklarasi ODF Akhir Tahun Ini

SEMARANG (Asatu.id) – Kasi Pemberdayaan Masyarakat dan Gizi Dinas Kesehatan Kota Semarang, Kurnia Sri Lestari menuturkan, pihaknya saat ini masih terus mendata warga yang belum memiliki jamban di rumahnya masing-masing.

Pasalnya program Pemerintah Kota Semarang Open Defecation Free (ODF) atau bebas buang air besar di Kota Semarang, ditargetkan bisa terealisasi pada akhir tahun ini.

Sementara menurut data dari 37 puskesmas di Kota Semarang masih ada beberapa wilayah yang warganya tak mempunyai jamban di rumahnya sendiri. Terdapat kurang lebih ribuan kepala keluarga (KK) di Kota Semarang yang belum memiliki jamban yang sehat.

“Masih ada kepala keluarga di Semarang yang belum punya jamban sendiri. Sekitar 50-90 KK di tiap wilayah. Program terdekatnya tentu kita akan buatkan septic tank komunal, dan nanti kerja sama dengan Dinas Perkim,” katanya.

Kurnia mengaku, nantinya sebanyak 37 puskesmas yang ada di seluruh kecamatan di Kota Semarang akan mendeklarasikan, untuk bebas buang air besar.

“Seluruh petugas kesehatan yang ada di semua puskesmas di Kota Semarang sudah melakukan sosialisasi tentang perilaku hidup sehat kepada warga. Yakni, masyarakat diajak untuk bisa menjaga lingkungan sekitarnya tetap sehat,” ungkapnya.

Dengan melakukan sosialisasi tentang kesehatan lingkungan, lanjut dia, maka diharapkan program deklarasi ODF di Semarang bisa berhasil dan segera dilakukan.

“Ada verifikasi ODF, Insya Allah untuk verifikasi ODF tingkat kota seluruh 37 puskesmas di 16 kecamatan. Nanti rencananya yang masih ada ODF akan kita kerjakan bareng, dan diharapkan ke depan di Semarang sudah tidak ada lagi yang buang air besar sembarangan,” tandasnya. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *