Shelter Semarang Hebat Simpang Lima Jadi Percontohan Shelter BRT

FOTO: Shelter Semarang Hebat Simpang Lima kini telah difungsikan/ Doc.Istimewa

SEMARANG (Asatu.id) – Shelter Semarang Hebat Simpang Lima sejak Rabu (19/9) sudah difungsikan. Pasalnya renovasi shelter Simpang Lima yang dimulai pada 9 Juli 2018 lalu, kini telah rampung.

Dengan semakin meningkatnya pengguna layanan BRT Trans Semarang hingga 27.000 orang/hari membuat shelter transit poin yang ada semakin padat.
Oleh karenanya mulai tahun ini Trans Semarang mulai merenovasi dan melebarkan shelter transit point, antara lain;  Simpang Lima, Balaikota, Elizabeth dan Tawang.
Shelter  Semarang Hebat Simpang Lima ini menjadi shelter percontohan pertama yang akan diikuti dengan pembenahan di shelter lain.
Selain memiliki ukuran yang lebih luas dari shelter sebelumnya, Shelter Simpang Lima baru tersebut  dilengkapi dengan berbagai fasilitas penunjang antara lain; ruang tunggu yang luas, ruangan ber-AC, dilengkapi 1 pintu kedatangan dan 3 pintu keberangkatan, serta desain shelter yang modern.
Shelter Semarang Hebat Simpang Lima juga dilengkapi dengan Passenger Information System (PIS). PIS ini memudahkan pengguna jasa untuk mengetahui informasi kedatangan armada.
Pengguna jasa Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang terlihat antusias menikmati fasilitas baru tersebut. Sebelumnya selama renovasi, pengguna jasa memakai shelter darurat yang berjarak  20 meter dari shelter awal.
“Kami terus berbenah dengan semakin meningkatkan pelayanan kepada pengguna jasa, slah satunya dengan merenovasi dan memperluas shelter transit point agar pengguna jasa tidak berdesakan saat akan naik,” kata Kepala Badan layanan Umum (BLU) Trans Semarang, Ade Bhakti Ariawan, disela peninjauan di shelter Semarang Hebat Simpang Lima beberapa waktu lalu.
Dari data penumpang transit di Shelter Simpang Lima selama Agustus 2018, tercatat untuk koridor I – 23.376 orang, koridor III – 12.052 orang, koridor IV – 4.789 orang, dan koridor V – 7.584 orang.
Shelter Semarang Hebat Simpang Lima ini akan menampung lebih banyak penumpang karena berukuran lebih luas dan terdapat pemisah untuk keberangkatan  masing-masing koridor.
“Di dalam ruang tunggu shelter,  penumpang dapat langsung menuju pintu keberangkatan sesuai dengan tujuan masing-masing. Hal ini untuk menghindari penumpang  tercampur  dan salah naik jurusan,” ujarnya.
Dengan fasilitas yang telah tersedia saat ini, diharapkan pengguna jasa semakin nyaman saat menunggu kedatangan armada. Untuk itu, Ade mengajak menjaga fasilitas yang ada.
Tarif BRT Trans Semarang sangat terjangkau. Umum Rp.3500,- dan mahasiswa/pelajar/KIA Rp.1000,- .
Penguna jasa juga semakin dipermudah saat melakukan transaksi. Selain dapat menggunakan pembayaran tunai, pengguna jasa bisa memanfaatkan non tunai (cashless) antara lain E-BRT,  BRIZZI, Tapcah, Tcash, OVO, dan Go Pay.
Untuk pembayaran melalui Tcash dan Go Pay masih ada Promo.  Pembayaran melalui  Go Pay hanya dengan Tarif Rp.9,- hingga 31 Oktober 2018, sedangkan  Tcash, pembayaran masih diskon 50% hingga akhir tahun.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *