Pemkot Serius Jaga Ragam Penduduk di Kota Semarang

SEMARANG (Asatu.id) – Wakil Walikota Semarang Hevearita G. Rahayu, menegaskan kembali komitmen Pemerintah Kota (Pemkot) dalam menjaga kota Semarang yang kondusif dalam menjaga kemajemukan.
Kunjungan Dewan Pertimbangan Presiden (watimpres) ke Semarang, Kamis (20/9), mengapresiasi situasi Kota Semarang yang aman dan kondusif mengingat latar belakang penduduknya yang beragam.
Wakil Walikota Semarang Hevearita G. Rahayu mengemukakan keseriusan pemkot dalam menjaga suasana antar umat beragama, suku dan ras yang aman dan kondusif.
“Dari Bapak Walikota dan Pemkot sangat mendukung kegiatan yang menunjang kemajemukan. Contohnya kegiatan di Sam Poo Kong, kegiatan natal mapun keragaman lainnya,” ungkap Wakil Walikota yang kerap disapa Mbak Ita tersebut.
Beliau mengatakan Semarang patut bangga, pasalnya tahun 2018 ini Semarang masuk dalam 10 kota ternyaman untuk dihuni. Titel tersebut disematkan bukan tanpa alasan, Mbak Ita menambahkan jika keamanan dan kondisifitas kota pasti menjadi salah satu tolok ukur dipilihnya 10 kota tersebut.
“Kondusifitas kota akan menunjang kegiatan ekonomi dan sosial masyarakat, karena apabila masyarakat merasa aman maka kegiatan dari seluruh lapisan masyarakat akan berlangsung dengan baik,” urainya.
Dalam kesempatan itu Wakil Walikota mengingatkan akan adanya beberapa agenda besar di Semarang tahun 2019 mendatang, apalagi di tahun depan akan beberapa pesta demokrasi di Jawa Tengah. Untuk itu diharapkan masyarakat turut serta dalam menjaga kota Semarang tetap kondusif sehingga seluruh agenda berjalan dengan lancar.
“Perbedaan itu biasa, namun siapapun yang menang kita tetap mendukung,” Mbak Ita menambahkan,”Apalagi daftar pemilih tetap di Semarang meningkat menjadi 72%. Harapannya jangan golput karena kita memilih pemimpin untuk masa depan.”

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *