Di Rembang dan Blora Mantan Koruptor juga Masuk DCT

MANTAN KORUPTOR : Mantan napi kasus korupsi dari Partai Hanura HM Warsit masuk dalam DCT untuk caleg DPRD Jateng dari dapil Blora.

SEMARANG (Asatu.id) – Selain Mudasir, mantan koruptor yang diketahui masuk dalam daftar calon tetap (DCT) untuk Caleg DPRD Jateng, juga terdapat dua nama lagi mantan koruptor yang masuk dalam DCT calon anggota legislatif.

Dua mantan napi kasus korupsi yang masuk dalam DCT tersebut adalah Nur Hasan untuk pemilihan anggota DPRD Kabupaten Rembang, dan Warsit untuk Kabupaten Blora.

Dengan demikian, secara keseluruhan di Jateng terdapat tiga mantan‎ eks napi kasus korupsi yang turut dalam kontestasi Pileg 2019. Ketiganya kebetulan berasal dari partai politik yang sama, yaitu Partai Hati Nurani Rakyat (Hanura).

“Satu caleg DPRD Provinsi Jateng, satu‎ caleg DPRD Kabupaten Blora, dan satu lagi caleg DPRD Kabupaten Rembang,” kata Ikhwanudin, salah satu komisioner KPU Jateng.

Sebelumnya, tiga nama di atas dicoret dari daftar calon sementara (DCS)‎ karena diketahui merupakan mantan nara pidana (napi) kasus korupsi.

Seperti diketahui, penyusunan daftar calon tetap (DCT) untuk pemilihan legislatif (Pileg) 2019 telah selesai dilakukan Komisi Pemilihan Umum KPU) Jateng.

Sebelumnya, tiga nama di atas dicoret dari daftar calon sementara (DCS)‎ karena diketahui merupakan mantan nara pidana (napi) kasus korupsi. Namun oleh KPU kembali dimasukkan ke dalam DCT, setelah mendapat rekomendasi dan petunjuk dari KPU RI.

Mudasir terlibat dalam tindak pidana korupsi dana hibah APBD Pati untuk KONI tahun anggaran 2012, senilai Rp 1,07 miliar dan pernah divonis oleh Pengadilan Tipikor Semarang hukuman pidana dua tahun penjara, serta mengganti kerugian uang negara senilai Rp 316 juta.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *