Target Relokasi PKL Karangtempel 17 Oktober, Ini Ukuran Kiosnya

 SEMARANG (Asatu.id) – Dinas Perdagangan Kota Semarang manargetkan relokasi pedagang kaki lima (PKL) Karangtempel ke lahan sewa Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) pada 17 Oktober 2018 mendatang.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fajar Purwoto menjelaskan, ukuran kios pedagang Karangtempel seluas 3×7 meter persegi. Dengan rincian, luas bangunan 3×5 meter persegi, teras 1,5 meter, dan setengah meter digunakan untuk ruang penghijauan atau pembangunan drainase.

Sementara terkait permintaan PKL Karangtempel, Bugangan, dan Rejosari Blok VII dan VIII soal pembangunan jalan di belakang Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), juga disetujui Pemerintah Kota (Pemkot) Semarang.

Fajar Purwoto menambahkan, pembangunan jalan dengan paving itu dilakukan melalui proyek penunjukan langsung (PL) oleh dinasnya.

“Usulan pemavingan itu berasal dari Komisi B DPRD Kota Semarang yang mengawal dan mengawasi proses normalisasi Banjirkanal Timur. Lahan sewa ini untuk pedagang di tiga kelurahan di sepanjang Jalan Barito,” kata Fajar.

Lahan seluas 1,2 hektare itu, lanjut Fajar, akan ditempati pedagang Karangtempel, sedangkan 7.500 meter persegi untuk pedagang Bugangan serta Rejosari Blok VII dan VIII,” tuturnya.

Fajar memaparkan, dalam proses relokasi tersebut pedagang menyepakati agar pembangunan kios dilakukan secara swadaya.

“Pemkot hanya menyiapkan sarana dan prasarana penunjang, seperti ketersediaan listrik dan air. Kami optimistis target relokasi pedagang pada 17 Oktober dapat terealisasi,” tandasnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *