DPRD Soroti Program 1.000 Embung, Ini Jawaban Pemprov

SEMARANG (Asatu.id) – Program 1.000 embung di Jateng dinilai oleh DPRD Jateng tidak tepat sasaran lantaran masih banyak kekeringan yang terjadi di banyak daerah di Jawa Tengah, meski embung yang dibangun telah mencapai 1.096 buah.

Menanggapi hal itu, Wakil Gubernur Taj Yasin menyampaikan, ada beberapa hambatan selama pelaksanaan program tersebut. Antara lain, terkait status tanah dan kurangnya potensi air yang tersedia di lokasi.

Meski demikian, ke depan pembangunan dan revitalisasi embung tetap akan dilakukan sebagai upaya pemenuhan kebutuhan air baku khususnya bagi daerah-daerah yang sampai saat ini belum terjangkau program pembangunan embung.

Taj Yasin menyampaikan hal itu dalam Rapat Paripurna DPRD Jateng dengan agenda penjelasan/tanggapan Gubernur Jawa Tengah atas pendapat Badan Anggaran dan pemandangan umum Fraksi-Fraksi DPRD Jawa Tengah terhadap nota keuangan rancangan Perubahan APBD TA 2018, Selasa (18/9).

Taj Yasin yang mewakili Gubernur Ganjar Pranowo menilai, masalah kekeringan tidak akan bisa ditangani hanya oleh pemerintah. Perlu adanya dukungan dari berbagai pihak khususnya masyarakat untuk mengubah perilaku membuang sampah sembarangan, yang bisa mengakibatkan penyumbatan dan pendangkalan sungai.

“Ini harus kita perbaiki bareng-bareng, kita juga mengajak masyarakat ayo kita perbaiki dan menjaga lingkungan kita,” ujarnya.

Pada 2019, tambah Gus Yasin, pemprov akan lebih mengoptimalkan penanggulangan kemiskinan lewat pendidikan, kesehatan, dan tentunya UMKM.

Gus Yasin berharap dengan penjelasan/ jawaban gubernur yang telah disampaikan ini, pembahasan Rancangan Perubahan APBD TA 2018 bisa berjalan lancar. Sehingga kesepakatan Rancangan Peraturan Daerah Perubahan APBD dapat diselesaikan sesuai rencana. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *