Pembangunan Shelter Sementara PKL Banjir Kanal Timur Dimulai

SEMARANG (Asatu.id) – Pembangunan shelter relokasi sementara pedagang kaki lima (PKL) dimulai hari ini dengan peletakan batu pertama di lahan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Senin (17/9).

Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fajar Purwoto mengatakan groundbreaking pembangunan shelter sementara untuk para PKL Banjir Kanal Timur ini tidak menemui kendala yang berarti dalam prosesnya.

“Alhamdulillah Banjir Kanal Timur bisa diselesaikan selama enam bulan dan tidak ada gejolak dalam merelokasi pedagang,” ujar Fajar.

Fajar menambahkan perelokasian sekitar 600 pedagang ini sesuai dengan jadwal kesepakatan pengosongan lahan dengan Kelurahan Karangtempel yang jatuh tempo pada tanggal 15 Oktober mendatang.

“Ini sesuai dengan kesepakatan yang kami buat paling lambat tanggal 15, tanggal 17 diharapkan dapat dilakukan pembongkaran,” terangnya.

Menurut Fajar, Pemerintah Kota mengapresiasi tindakan kooperatif para pedagang yang bersedia membangun shelter kios secara mandiri. “Untuk fasilitas air dan listrik akan disediakan oleh pemerintah,” paparnya.

Rencananya akan ada sekitar 400 shelter yang akan dibangun di lahan milik MAJT tersebut. “Akan ada sekitar 480 shelter yang akan dibangun di sini, kami mengapresiasi para pedagang yang bersedia membangun kiosnya secara mandiri,” tutup Fajar. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *