Pekan Depan, Kawasan Indonesia Kaya Steril dari PKL

SEMARANG (Asatu.id) – Mulai pekan depan, Minggu (23/9) Pedagang Kaki Lima (PKL) yang biasa berjualan di area Car Free Day (CFD) dilarang berjualan di  kawasan Taman Indonesia Kaya (Taman KB).

Hal itu merupakan salah satu langkah dari Pemerintah Kota Semarang untuk membuat kawasan tersebut steril dari PKL, sehingga akan terjaga keasriannya dan terkesan tidak kumuh.

Larangan tersebut juga berlaku untuk pedagang Jumat pagi yang turut berjualan di sekitar kawasan tersebut.

Terkait hal itu, Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang Fajar Purwoto mengatakan, kawasan sekitar taman hanya boleh diperuntukkan aktivitas jualan bagi pedagang kuliner tahu gimbal dan jagung bakar. Menurutnya saat ini pihaknya sudah menyediakan lahan relokasi untuk para PKL yakni di kawasan Stadion Diponegoro.

“Ini akan digunakan tempat dagang bagi PKL saat kegiatan CFD atau minggu pagi. Selain itu, PKL jumat pagi juga akan kami relokasi ke sana. Pemkot merencanakan agar area Taman Indonesia Kaya atau kegiatan CFD tidak boleh lagi ada PKL yang mendirikan alas dasaran dagangannya di sana,” katanya, Minggu (16/9).

Lebih lanjut, Fajar mengungkapkan saat ini PKL yang terdata atau yang sudah mendaftar sebanyak 160 lapak atau 164 alas dasaran PKL baik PKL Jumat pagi atau Minggu pagi.

“Kami telah menyiapkan sekitar 200 lebih alas dasaran baru di sana. Kegiatan dagang hanya diperbolehkan saat minggu pagi, mulai 04.30 hingga 10.00. Dan nanti dasaran relokasi memiliki ukuran 2,5×3 meter yang nantinya akan di tempatkan di sebelah barat stadion dan 34 alas dasaran lainya akan di tempatkan di dekat kantor PGRI,” Imbuhnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *