Pangdam IV Diponegoro: Ideologi Pancasila Tak Tergantikan

SEMARANG (Asatu.id) – Tragedi nasional pemberontakan PKI tangal 30 September 1965 atau yang kita kenal dengan G 30 S/PKI merupakan peristiwa kelam yang tidak boleh terulang kembali di masa yang akan datang.

Peristiwa berdarah yang mengakibatkan gugurnya putra-putra terbaik bangsa ini, hendaknya menggugah kesadaran kita untuk tetap mewaspadai upaya kelompok tertentu yang ingin menghidupkan kembali faham komunis di negara Indonesia dan ingin mengganti dasar negara Pancasila menjadi ideologi komunis.

Hal tersebut disampaikan Pangdam IV/Diponegoro Mayjen TNI Wuryanto SSos MSi kepada segenap prajurit dan PNS Kodam IV/Diponegoro pada upacara bendera tujuh belasan di halaman Makodam IV/Diponegoro, Senin (17/9).

Pangdam mengingatkan, belajar dari fakta sejarah tersebut, kita bertekad untuk tidak pernah lagi mengalami tragedi yang sama di masa depan.

Sikap TNI dalam menghadapi komunis adalah tegas, yaitu menempatkan faham komunis sebagai ancaman potensial dan merupakan bahaya laten yang harus di waspadai setiap saat.

“Saya ingin mengingatkan kepada segenap prajurit dan PNS di jajaran Kodam IV/Diponegoro agar selalu waspada dan selalu pegang teguh komitmen melawan bangkitnya kembali ideologi komunisme di Indonesia sampai kapan pun,” tegas orang nomor satu di Kodam IV/Diponegoro ini. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *