320 Pelatih Daerah Serta 2.240 Pemain Muda Bakal Dilatih Pada Program Coke Kicks 2018

SEMARANG (Asatu.id) — Sejak tahun 2011 Coke Kicks telah memberikan pelatihan kepada lebih dari 16.000 anak dan 1.000 pelatih di 763 titik di seluruh Indonesia.
Di tahun ke-8 penyelenggaraannya, Coke Kicks kembali kunjungi 10 kota di seluruh Indonesia untuk lakukan training professional selama dua hari untuk 320 pelatih daerah serta 2.240 pemain muda.
 Semarang menjadi kota kelima tempat menyelenggarakan Coke Kicks 2018, setelah Lampung, Medan, Sumedang, dan Banjarmasin.
Program yang berjalan pada tanggal 15 – 16 September 2018 tersebut diikuti 224 anak – anak berusia 12-16 tahun yang terbagi menjadi 16 tim dan 32 orang pelatih.
“Masyarakat sekitar adalah salah satu pemangku kepentingan prioritas kami, jadi kami selalu cari cara untuk saling mendukung agar dapat tumbuh sama-sama,” ujar Ida Lukitowati selaku perwakilan Public Affairs and Communications Amatil Indonesia untuk wilayah Jawa Tengah.
 “Kami harap Coke Kicks dapat terus membawa manfaat positif bagi masyarakat di Semarang, mendorong para pelatih serta pemain muda untuk terus meningkatkan kemampuan dan berani bercita-cita memasuki arena pertandingan yang lebih bergengsi,” tambahnya.
Technical Manager ASA Foundation, Lee Hawkins turut hadir menyampaikan dukungan terhadap Coke Kicks dalam sambutannya, “Kami yakin bahwa generasi muda di Indonesia memiliki banyak bakat-bakat sepak bola yang terpendam.
 Oleh karena itu, kami terus mendukung program Coke Kicks agar minat olahraga sepak bola dapat terus bertumbuh menghasilkan banyak bakat baru untuk hari esok.
 Kami juga berharap bahwa melalui pembekalan pelatihan yang kami berikan, para pelatih dan pemain muda memiliki mental yang positif dan aktif dalam membangun kemampuan diri sendiri dan menjadi masyarakat yang sukses serta mandiri ke depannya.
Melalui metode pelatihan yang dikemas secara komprehensif, Coke Kicks telah menghasilkan banyak kisah sukses, beberapa di antaranya:
1) Cecep Setia Mukhlis, peserta Coke Kicks: Train the Trainers di tahun 2011. Melalui profesinya saat ini sebagai pelatih Soccer Grass Root Academy (SGRA) Cimanggung, Jawa Barat, Cecep menyalurkan ilmunya kepada generasi muda di lingkungan sekitar.
Setelah mengikuti pelatihan dari Coke Kicks, Cecep mendapatkan kesempatan untuk menerima pelatihan dari Liga Premier Inggis (Arsenal, Manchester City, Portsmouth, Stoke City) yang bekerja sama dengan Persib Bandung dan Kemenpora Bandung.
Melalui kegiatan tersebut, Cecep mendapatkan sertifikat Young Coaches Indonesia dan Young Coaches International pada tahun 2017.
2) Mochammad Dimas Alfian Tafarel, peserta Coke Kicks tahun 2011. Melalui pelatihan yang diterimanya, saat ini Dimas telah berhasil menjadi pemain gelandang salah satu klub sepak bola Indonesia yang bermarkas di Bogor, yaitu Persatuan Sepak bola Indonesia Kabupaten Bogor (Persikabo).
3) Yoga Remonaldi, peserta Coke Kicks: Train the Trainers di tahun 2012. Setelah mengikuti pelatihan dari Coke Kicks, Yoga mendapatkan kesempatan untuk mengikuti beberapa pelatihan, yaitu: SCOURT dengan Basel, Werder Bremen, dan Austria Wien; Manchester City dengan ASA Foundation; Liverpool; Futbol Net dengan Barca Foundation; dan Java Power dengan YTL dan ASA Foundation.
Sejak tahun 1992, Coca-Cola Amatil Indonesia (CCAI) sebagai perusahaan penjualan, manufaktur, dan distribusi minuman terkemuka, menjalankan program-program Corporate Social Responsibility (CSR) dan Sustainability yang dipandu empat pilar: Environment, Our People, Wellbeing, dan Community.
Coke Kicks merupakan salah satu inisiatif yang dilakukan oleh CCAI untuk pilar Community dengan memupuk bakat-bakat generasi muda untuk membawa manfaat positif bagi masyarakat Indonesia.
Berbagai inisiatif serupa juga telah dilakukan oleh CCAI—utamanya untuk masyarakat yang bersentuhan langsung dengan fasilitas CCAI di seluruh wilayah operasinya—antara lain melalui bantuan pendidikan bagi siswa berprestasi, bantuan infrastruktur, bantuan air bersih melalui Water for Life, serta penanaman pohon di area tangkapan air dan pelatihan masyarakat setempat melalui Coca-Cola Forest.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *