Termasuk Cagar Budaya, Pasar Jatingaleh Belum Masuk Prioritas Revitalisasi

SEMARANG (Asatu.id) – Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang, Fajar Purwoto mengatakan, Pasar Jatingaleh saat ini tidak termasuk pasar yang diprioritaskan untuk direnovasi, meski Detail Engineering Design (DED) perbaikannya telah disusun. Bahkan anggaran untuk revitalisasi pun belum ditetapkan.

Ada beberapa pertimbangan yang menyebabkan Pasar Jatingaleh belum akan direvitalisasi. Salah satunya pasar tersebut termasuk kategori benda cagar budaya (BCB), sehingga dalam proses renovasi dan revitalisasi memikiki tingkat kesulitan tersendiri.

”Di samping Pasar Johar dan Randusari, Pasar Jatingaleh juga masuk BCB, sama halnya dengan Pasar Johar dan Jatingaleh. Tentunya punya tingkat kesulitan tersendiri. Makanya kami belum akan melakukan revitalisasi dalam waktu dekat,” jelas Fajar Purwoto.

Sebagai contoh, tahun ini Pemkot fokus padas revitalisasi Pasar Johar yang anggarannya diperkirakan mencapai Rp 200 miliar, di samping membutuhkam waktu lama. Berbeda dengan pasar yang tidak masuk kategori BCB, anggarannya hanya puluhan miliar.

Perlakuan untuk Pasar Jatingaleh pun nantinya akan sama seperti Pasar Johar, karena sama-sama benda cagar budaya

”Yang pasti anggarannya lebih besar dibandingkan dengan merevitalisasi pasar yang lain. Belum lagi perlakuannya, karena bentuk aslinya tidak boleh berubah. Kami harus melibatkan banyak ahli, terutama tim ahli cagar budaya sebelum merevitalisasi Pasar Jatingaleh,” jelasnya.

Terkait hal itu, Fajar menandaskan bahwa pihaknya belum akan melakukan penambahan kios dan juga tempat parkir di Pasar Jatingaleh. Untuk sementara ini hanya akan melakukan perawatan secara rutin saja. Mungkin setelah revitalisasi Pasar Johar selesai, baru akan dipikirkan revitalisasi Pasar Jatingaleh.(bud)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *