Muhammadiyah Diminta Beri Kontribusi Maksimal bagi Pembangunan Kota Semarang

SEMARANG (Asatu.id) – Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengatakan Muhammadiyah sebagai unsur penduduk mampu berkontribusi secara maksimal untuk pembangunan kota Semarang serta menggerakkan penduduk sesuai porsi dan kemampuan masing-masing.

“Porsi dan kemampuan di sini dapat diukur dari seberapa besar Muhammadiyah mampu hadir di tengah masyarakat untuk berperan dalam kemajuan Kota Semarang,” ujarnya saat memimpin apel akbar dalam rangka memperingati milad Muhamadiyah ke-55, di Lapangan Simpang Lima Minggu (16/9).

Salah satunya dengan mencetak atlet-atlet bela diri untuk mewakili Kota Semarang dari Tapak Suci Muhammadiyah.

Untuk itu dirinya berharap agar pengurus Tapak Suci Muhamadiyah untuk terus fokus dan konsisten terhadap pembinaan atlet pencak silat agar dapat menjadi penyumbang atlet-atlet berprestasi di tingkat nasional bahkan internasional.

“Seperti kita tahu hajatan Asian Games sukses luar biasa baik sukses penyelenggaraan dan sukses raihan prestasi. Di mana salah satu cabang olah raga penyumbang medali emas terbanyak adalah pencak silat,” pungkasnya.

Menurut Hendi, pencak silat yang merupakan wilayah Tapak Suci Putra Muhammadiyah, sehingga olahraga bela diri ini harus fokus dan konsisten di dalam pembinaan agar mampu melahirkan atlet-atlet pencak silat yang berbakat.

Sebelumnya, Hendi menegaskan soal komitmennya dalam pembinaan atlet di Kota Semarang. Sebagai penyemangat atlet asal Kota Semarang yang berlaga di Asian Games 2018, tak tanggung-tanggung dia memberi tambahan bonus sebesar Rp 75 juta bagi peraih medali emas, Rp 25 juta bagi peraih medali perunggu, serta Rp 5 juta bagi pelatih dan atlet yang belum berhasil memperoleh medali. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *