Menguak Risiko Obesitas Akibat Minuman Berkarbonasi

SEMARANG (Asatu.id) – Obesitas merupakan keadaan patologis yang terjadi karena penimbunan lemak tubuh yang berlebihan dari yang diperlukan untuk fungsi tubuh yang normal. Prevalensi obesitas terjadi ketika tubuh mengonsumsi lebih banyak kalori daripada membakar kalori.

Fakta perihal obesitas yang kerap dipadukan dengan konsumsi minuman berkarbonasi kini sudah bukan rahasia umum lagi. Kita tahu di balik kesegaran dan rasanya yang manis tentu mengandung kadar gula yang tinggi pula.

Greg Critser penulis buku Fat Land: How Americans Became the Fattest People in the Worldmengungkap, setiap hari minum soda dapat menambahkan 0.18 pon pada berat badan anak-anak. Pada 1 botol minuman soda rata-rata mengandung 10 sendok makan gula. Bayangkan jika satu botol minuman soda tersebut kita konsumsi setiap hari, tentu kita dapat menakar banyaknya asupan kalori yang diterima tubuh.

Hal ini juga diperkuat oleh Marion Nestle penulis buku “Food Politics: How the Food Industry Influences Nutrition and Health (California Studies in Food and Culture)” yang menjelaskan satu kaleng minuman bersoda yang diminum akan menguak resiko obesitas dengan peningkatan 1,6 kali lipat. Bagaimana jika hal serupa dilakukan dalam kurun waktu yang relatif lama?

Penyakit lagi-lagi menjadi persoalan yang sangat pelik. Obesitas yang sejatinya sudah merupakan masalah kesehatan, ternyata berdampak pula pada komplikasi penyakit lainnya, seperti tekanan darah tinggi, serangan jantung, stroke, diabetes, penyakit kandung empedu, dan kanker.

Ini tidak hanya terjadi pada orang dewasa saja, anak-anak pun beresiko mengalami tekanan darah tinggi ketika rutin mengonsumsi minuman berkarbonasi. Hal itu karena tekanan darah tinggi atau kolesterol tinggi dapat berkontribusi mengakibatkan penumpukan plak di arteri. Plak ini dapat menyebabkan arteri menyempit dan mengeras, yang ujungnya dapat menyebabkan serangan jantung atau stroke di kemudian hari.

Strategi untuk mencegah dan mengatasi kasus obesitas mau tidak mau harus dikeluarkan. Memulainya dari anak-anak merupakan langkah yang tepat dalam mencegah terjadinya obesitas. Sementara itu, membatasi minuman bersoda bagi anak, menjaga keseimbangan gizi dan aktivitas fisik anak adalah langkah pertama yang perlu dilakukan oleh orang tua untuk mewujudkan hidup sehat. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *