Perbankan Kembangkan Produk Sesuai Kebutuhan Konsumen

SEMARANG (Asatu.id) – Dalam upaya menggaet pasar yang lebih luas, perbankan mulai mengembangkan produk-produk yang disesuaikan dengan kebutuhan konsumen, khususnya dalam sektor properti.
Executive Vice President BRI Semarang, Hari Purnomo mengungkapkan, pihaknya kini menawarkan konsep supermarket banking. Yaitu dengan merambah ke produk-produk yang sifatnya dapat disesuaikan dengan kebutuhan pasar.
“Kalau dulu produk-produk perbankan boleh dibilang kaku. Punyanya jenis produk A, kalau pengguna tidak cocok ya apa boleh buat, kami punyanya ini. Tapi sekarang berubah, seiring dengan pengembangan teknologi dan tuntutan pasar, produk-produk tersebut bisa customized,”ujarnya.
Salah satu contohnya pada sektor properti. Pesatnya perkembangan suatu daerah memberikan tantangan pada sektor properti dari sisi harga tanah yang terus naik. Sehingga per unit rumah harga pokok juga akan meningkat.
“Terkait hal ini kami memiliki produk baru yang dikembangkan khusus untuk pengembang. Yaitu kredit pemilihan tanah. Karena untuk pengembang biasanya masalah utama ada pada pengadaan lahan. Jadi kita sesuaikan, pengembang butuhnya apa, kami sediakan,”ujarnya.
Begitu juga untuk masyarakat yang akan membeli hunian. Beberapa produk juga dihadirkan dan disesuaikan dengan kebutuhan. Diantaranya bunga yang bisa hingga 0 persen.
“Kalau dulu DP 20-30 persen kan sudah harus, tapi sekarang bahan bisa sampai 0 persen. Tapi juga dengan konsekuensi cicilan akan lebih mahal,”ujarnya.
Selain itu, lanjutnya, ada juga produk Kredit Perumahan Rakyat (KPR) bagi pegawai negeri yang juga bisa disesuaikan.
“Biasanya untuk pegawai negeri dihitung hanya sampai pensiun, tapi sekarang bisa disesuaikan lagi. Intinya produk-produk yang kami hadirkan kini lebih disesuaikan lagi dengan kebutuhan pasar,”ujarnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *