DPT Perbaikan, KPU Jateng Temukan 34.854 Pemilih Ganda

SEMARANG (Asatu.id) – Jumlah daftar pemilih tetap (DPT) hasil perbaikan Komisi Pemilihan Umum (KPU) Jawa Tengah (Jateng) untuk Pemilu 2019 jumlahnya berubah.

Jika DPT awal tercatat sebanyak 27.430.269 pemilih, maka pada versi perbaikan, KPU Jateng menetapkan 27.395.415 pemilih masuk dalam DPT. Ini berarti jumlahnya menurun 34.854 pemilih.

“Setelah kami cermati selama 10 hari, temuan atau masukan dari partai politik (parpol) maupun Bawaslu (Badan Pengawas Pemilu) sudah kami selesaikan. Kami temukan 34.854 pemilih tidak memenuhi syarat (TMS) atau 0,13 persen dari DPT kemarin, ,” kata Ketua KPU Jateng Joko Purnomo, usai pleno penetapan DPT hasil perbaikan di Semarang, Jumat (14/9).

Pencoretan sebanyak 34.854 pemilih TMS tersebut, menurut Joko, didominasi pemilih ganda. Ada yang datanya benar-benar ganda, mulai dari nama, alamat, tanggal lahir hingga nomor induk kependudukan (NIK)-nya sama dan terinput dobel. Ada juga pemilih ganda yang datanya sama tetapi beda orang.

“Dominan ganda. NIK-nya tercopy karena faktor pengolahan data. Penyebabnya saya kurang tahu, apakah karena aplikasi yang digunakan atau data manualnya atau karena apa? Mengingat di DPT yang dicetak tidak terdeteksi ganda. Di beberapa kabupaten/kota juga ditemukan NIK sama, alamat sama, padahal orangnya beda,” papar Joko.

Selain pemilih ganda, lanjut Joko, temuan TMS lain adalah pemilih meninggal dunia. Ini ada yang terjadi sebelum penetapan DPT dan sesudah DPT. Namun Joko menandaskan jumlah pemilih meninggal selama masa pemeliharaan tersebut tidak terlalu signifikan.

“Jumlahnya kurang dari seribu, yang dominan memang pemilih ganda,” sebutnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *