Tepat untuk Pembuatan Film Horor, Pengunjung Inginkan Pembenahan Hutan Wisata Tinjomoyo

SEMARANG (Asatu.id) – Pemanfaatan Hutan Wisata Tinjomoyo yang masih “setengah-setengah” sampai saat ini banyak disayangkan masyarakat. Salah satunya adalah Bambang Supriyoto, Pimpinan Produksi salah satu film yang kini sedang melakukan proses pembuatan film horor.

Menurut Bambang, suasana di Hutan yang sepi dengan bangunan yang kurang terawat itu tepat untuk dijadikan sebagai lokasi produksi filmnya. “Kita pilih ini karena tempatnya kayak horor. Ini kita sedang pembuatan film Kumis ‘kupas misteri’,” ujar dia.

Kendati ia merasa cocok dengan pembuatan filmnya, namun ia sebagai pengunjung merasa menyayangkan dengan kondisi hutan tersebut. Apalagi dengan luas hutan yang mencapai 59,5 hektare, sangat disayangkan jika tidak dikelola dengan lebih baik.

“Di Jateng belum ada hutan lindung yang bagus, bagusnya harus dijadikan Jateng yang bagus indah. Saya kira ini luas, bagus tempatnya gak rata tapi naik turun kan bagus ini,” tambahnya.

Hal demikian juga diungkapkan Windi Wahyu Arsita dan Yuli Setiawati pengunjung yang sedang tag foto di lokasi tersebut. Ia merasa fasilitas di sana kurang memadai sehingga membuatnya memiliki banyak keluhan seperti tidak adanya toilet dan warung-warung makan.

 “Fasilitas di sini belum memadai, belum ada toilet kalau ganti blusuk-blusuk di situ (gedung tua). Padahal itu bukan buat tempat ganti, itu ide saya. Saya sebagai pengunjung inginnya hutan wisata ini diperbaiki, soalnya sering ada orang hunfot di sini kan biar lebih menarik,” jelas Windi.

Sementara itu, Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi mengungkapkan saat ini pihaknya telah berupaya untuk mengembangkan Hutan Wisata Tinjomoyo dengan mengajak investor untuk menjadikan hutan tersebut sebagai wisata konservasi yang ramah lingkungan.

“Kita sudah tandatangan mou dengan salah satu investor bahwa di wilayah itu sesuai dengan peruntukannya masih sebagai wilayah konservasi tapi akan dibuat wisata konservasi dengan bangunan-bangunan yang ramah lingkungan. Itu sedang dibuat ide-idenya dan menurut pandangan investor bisa dikerjakan tahun depan,” jelasnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *