Malas Bergerak Pemicu Munculnya Penyakit Tak Menular

SEMARANG (Asatu.id) Anggota Komisi D DPRD Kota Semarang, Anang Budi Utomo menyatakan, tren penyakit tidak menular sebagai penyebab kematian, beberapa tahun terakhir ini bertambah.

Pada 1990, kematian akibat penyakit tidak menular sebesar 37 persen. Satu dekade kematian akibat penyakit tidak menular meningkat menjadi 49 persen.

“Kemudian pada tahun 2010, kita lihat justru angka kematian hampir 53 persen karena penyakit tidak menular. Hal ini disebabkan kita malas bergerak. Setiap hari mestinya orang bergerak setara jalan kaki tiga kilometer,” kata Anang.

Pernyataan politikus Golkar itu disampaikan saat mendampingi Gubernur Ganjar Pranowo dalam acara Launching Gerakan Masyarakat Hidup Sehat Semarang Selatan (Germas Semsel) di Stadion Tri Lomba Juang, Jumat (14/9).

Anang menambahkan, kebiasaan masyarakat kota yang gemar mengonsumsi makanan cepat saji dan jarang berolahraga, bisa menjadi bibit-bibit penyakit tidak menular, seperti kolesterol berlebih yang berdampak pada beberapa penyakit. Karenanya, masyarakat harus lebih sadar untuk melakukan gerakan hidup sehat.

“Maka di Semarang Selatan ini dimulai dari aktivitas fisik setiap hari, makan buah dan sayur, cek kesehatan minimal enam bulan sekali. Untuk menyasar bayi, berikan ASI eksklusif,” tandasnya. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *