Kapolda: Banyak Calon, Potensi Kerawanan Lebih Tinggi

SEMARANG (Asatu.id) – Kapolda Jateng, Irjen Pol Condro Kirono menandaskan, banyaknya calon yang akan dipilih pada Pemilu Serentak 2019, berpengaruh pada tingkat kerawanan yang lebih tinggi dibanding pemilu serentak sebelumnya.

Terkait hal itu, aparat kepolisian sudah memetakan, setidaknya ada delapan titik kerawanan. Mulai dari pendaftaran calon, penetapan calon, tahap kampanye, pemungutan suara, hingga pengesahan pasangan calon terpilih.

Hal itu disampaikan Kapolda saat Rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah dalam rangka Kesiapan Pemilu 2019 di Patra Convention Hotel, Rabu (12/9).

Menurut Kapolda, titik rawan yang paling diwaspadai sebelum pemungutan suara adalah masa kampanye. Sebab, biasanya diwarnai gerakan antarpendukung yang arahnya seringkali negatif, money politic, dan black campaign yang mengangkat isu SARA dan hoaks. Apalagi yang disampaikan melalui media sosial.

“Yang paling dinamis, berpotensi ramai sekali adalah di media sosial. Setiap ada berita, komennya dari kelompok pemilih A dan B. Itu komennya macam-macam,” tuturnya.

Kapolda berpendapat, sangat berbahaya ketika akun-akun medsos tersebut mulai mengangkat isu SARA. Isu di medsos perlu diwaspadai para kapolres, dandim, bupati/ wali kota. Sebab, apapun kejadiannya bisa dipolitisasi dan kemudian diangkat menjadi isu SARA. Jika sudah terjadi, segera ambil langkah. Jangan sampai isu bergulir terus tanpa ada kejelasan statement dari yang bertanggung jawab.

“Suasana yang menghangat, jangan sampai membuat kita ikut terbakar. Kita harus menjadi cooling system, radiatornya. Dinginkan terus. Jangan sampai pilihan lima tahun sekali merusak silaturahmi, pertemanan dan persaudaraan,” ajaknya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *