Ali Mufiz: Pemilu Bukan Persoalan Hidup dan Mati

SEMARANG (Asatu.id) – Mantan Wakil Gubernur Jawa Tengah, Ali Mufiz menyatakan, pemilu bukan persoalan hidup dan mati. Pemilu adalah persoalan linier untuk lima tahun yang akan datang.

Karena itu, dia sangat mengapresiasi gagasan cooling system dari kapolda. Dia juga berpesan agar para calon menunjukkan kesantunan, baik secara verbal maupun tulisan.

Ali Mufiz menyampaikan hal itu pada Rapat Forum Koordinasi Pimpinan Daerah dalam rangka Kesiapan Pemilu 2019 di Patra Convention Hotel, Rabu (12/9).

Senada dengan yang disampaikan Gubernur Jawa Tengah H Ganjar Pranowo, menurut Ali Mufiz, statement tokoh-tokoh terpercaya yang menyejukkan suasana pemilu memang penting.

“Karena eranya sudah digital, statement satu menitan dari tokoh-tokoh itu kalau bisa dilakukan, bikin adem dan itu tidak hanya sekali,” katanya.

Melalui media sosial pula, penyelenggara pemilu maupun aparat keamanan dapat memantau isu lokal yang beredar. Isu-isu yang santer langsung bisa di-tracking dan dicari siapa pengunggah pertamanya.

“Dalam hal ini, peran tokoh agama, tokoh masyarakat dan tokoh pemuda juga punya peran penting untuk memantau maupun mendinginkan suasana,” katanya.

Pemilu serentak pada April 2019 nanti menjadi pemilu pertama di Indonesia, di mana pemilih akan memberikan pilihan pada lima surat suara. Yakni, presiden – wakil presiden, anggota DPR RI, DPD RI, DPRD provinsi, dan DPRD kabupaten/ kota.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *