Lapak Relokasi Belum Dibangun, Pedagang Terminal Terboyo Makin Resah

SEMARANG (Asatu.id– Pedagang Kaki Lima (PKL) Terminal Terboyo menantikan realisasi dari janji Pemerintah Kota Semarang, yang akan membangun lapak relokasi sementara di area Terminal Terboyo.

Sekretaris Persatuan Pedagang dan Jasa (PPJ) Terminal Terboyo, Joko Abdul Latif mengatakan, jalur sebelah utara Terminal Terboyo saat ini sudah dalam proses pengurugan, sehingga aktivitas jual beli pun sudah tidak ada lagi.

“Pedagang saat ini sangat resah, kita tidak bisa berjualan karena terminal sudah diurug sekitar 60 persen,” katanya, saat di hubungi Asatu.id melalui sambungan seluler.

Menurut Joko, seharusnya Pemerintah Kota sebelum melakukan pembongkaran terhadap terminal, terlebih dahulu memperhatikan 220 pedagang yang bergantung hidup di Terminal Terboyo.

“Saya mendapat informasi sebagian kios sudah ada yang mulai dibongkar, kan kasihan. Sementara saat ini belum ada tempat relokasi untuk 120 pedagang yang sudah bersedia direlokasi di area terminal,” sesalnya.

Menurutnya, beberapa waktu lalu dari Pemerintah Kota sudah melakukan pengukuran di sepanjang jalan pintu masuk terminal. Namun setelah dilakukan pengukuran, ternyata lokasi tersebut ‎tidak layak jika dijadikan tempat relokasi, karena banyak kendaraan keluar masuk.

“Semalam (kemarin–red) diu‎kur dipinggir jalan. Namun ternyata membahayakan karena banyak truk-truk besar lewat,” ungkapnya.

Oleh karena itu, pihaknya berharap Pemerintah dapat melakukan upaya yang cepat untuk menyelesaikan relokasi di Terminal Terboyo.

‎”Belum ada kepastian yang di Terboyo kapan akan dibangun. Harapan ada kepastian untuk segera dibangun relokasi,” ungkapnya. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *