Bright Fountain Jembatan Banjir Kanal Barat Ditargetkan Rampung Desember 2018

SEMARANG (Asatu.id) – Tahap pembangunan air mancur di sepanjang jembatan Sungai Banjir Kanal Barat, Jalan Jendral Sudirman saat ini sudah memasuki tahap awal pengerjaan.

Kepala Dinas Pekerjaan Umum (DPU) Kota Semarang, Iswar Aminudin mengatakan proyek ini merupakan salah satu upaya pemerintah kota untuk mempercantik Banjir Kanal Barat (BKB) agar menjadi salah satu destinasi wisata air di Kota Semarang.

“Seperti Water Fountain (Air Mancur Menari) di Tugu Muda dan Taman KB, namun ini lebih besar. Letaknya nanti di kanan dan kiri jembatan, serta di tengah jembatan,” Katanya, kepada Asatu.id, Jumat (7/9).

Iswa mengatakan BKB punya potensi menarik banyak wisatawan. Di mana jembatan itu merupakan kades utama untuk masuk ke tengah Kota Semarang.

“Begitu dari Bandara Ahmad Yani melewati Madukoro lalu melintasi wilayah BKB. Makanya proyek air mancur ini kami garap serius dengan anggaran Rp 17 miliar,” katanya.

Iswar menjelaskan, setelah ditetapkan pemenang lelang, pengerjaan di lapangan langsung dimulai pada awal bulan Agustus 2018. Sedangkan waktu yang dibutuhkan sekitar empat bulan. Pada awal akhir tahun, akan dilakukan tahap uji coba.

“Kalau kita lihat di lapangan sudah ada kegiatan. Beberapa alat berat terlihat di bawah jembatan BKB. Masih dalam tahap awal sih,” ungkapnya.

Menurutnya, akan ada tiga air mancur yang ditempatkan di sisi kiri dan kanan jembatan serta satu lagi di tengah di antara dua jembatan yang ada di BKB. Konsepnya, air disedot menggunakan pompa, kemudian disemprotkan dari kanan kiri jembatan ke arah sungai.

“Air mancur itu bergerak- gerak seperti pola yang diinginkan. Akan ada 10 koreografer atau lagu yang dimainkan lengkap dengan lampu warna warni. Air mancur dihidupkan pada malam hari dan siang hari pada jam-jam tertentu,” ungkapnya.

Selain itu, Iswar juga mengungkapkan pembangunan air mancur tersebut merupakan proyek pertama kali di Indonesia. Untuk itu, pihaknya sangat berhati-hati dalam proses pengerjaan, baik dalam penunjukan kontraktor, maupun pemilihan komponen-komponen air mancur yang langsung dikirim dari Korea.

“Banyak hal yang sekiranya secara teknis baik dari sisi pompa, nozel dan peralatan lainnya yang kita sendiri tidak bisa merinci secara detail, sehingga kemudiain kita perlu rekanan yang mumpuni. Kontraktor dari Jawa Barat dan pernah pengalaman mengerjakan di Abu Dhabi,” ungkapnya. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *