17 Atlet Jateng Penyumbang Medali Emas Asian Games 2018 Berpeluang Jadi Dosen

SEMARANG (Asatu.id) –  Sebanyak 17 atlet Jawa Tengah yang mampu menyumbangkan medali bagi kontingan Indonesia di ajang Asian Games 2018 berpeluang menjadi dosen tidak tetap atau dosen lepas di perguruan tinggi.

Penawaran untuk menjadi staf pengajar bagi para pahlawan Merah Putih ini dilontarkan Kementerian Pemuda dan Olahraga (Kemenpora), di Jakarta, Senin (3/9).

Pada pesta olah raga lima tahunan negara-negara di Asia yang digelar di Jakarta dan Palembang itu, Jateng yang mengirimkan 58 atlet di cabang olahraga Asian Games 2018, 17 atlet di antaranya mendapat medali.

Ke-17 medali itu terdiri 5 medali emas, 6 perak, dan 14 perunggu. Medali-medali itu didulang dari cabang olah raga balap sepeda, panjat tebing, bulu tangkis, paralayang, sepak takraw, soft tenis, wushu, dan brigde.

Dua dari lima medali emas disumbangkan Aries Susanti Rahayu dari cabang panjat tebing dan tiga emas lainnya dibagi rata Khoful Muktib (balap sepeda), Kevin Sanjaya (bulutangkis), dan Hening Paradigma (paralayang).

Menteri Pemuda dan Olahraga (Menpora) Imam Nahrawi mengatakan, pihaknya akan menjalin kerja sama dengan Kementerian Riset, Teknologi dan Pendidikan Tinggi untuk mewujudkan hal itu.

“Nantinya, kesempatan menjadi dosen itu diberikan bersamaan dengan deretan bonus yang diberikan pemerintah yang biasanya dalam rupa uang tunai, kesempatan menjadi aparatur sipil negara dan rumah,” paparnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *