Bermain di Film Bisikan Arwah, Supriyadi Grogi Hafalkan Dialog

Ketua DPRD Kota Semarang Supriyadi saat pengambilan gambar film ‘Bisikan Arwah’

SEMARANG (Asatu.id) – Tidak hanya lihay di dunia perpolitikan, ternyata Ketua DPRD Kota Semarang Supriyadi pun pandai beradu akting dengan artis ibu kota.

Hal itu dibuktikan ketika Lek Di, sapaan akrab Supriyadi, saat bermain dalam film layar lebar berjudul “Bisikan Arwah”, garapan sutradara kondang asli Semarang Hani Mustofa.

Film yang semua proses pengambilan gambarnya di Kota Semarang, terutama Kawasan Kota Lama, melibatkan pasangan artis ibu kota, yakni Vicky Prasetyo dan Angel Lelga sebagai pemeran utama. Selain itu ada juga Ketua DPRD Kota Semarang Supriyadi yang juga ikut mendukung film tersebut. Dia  didaulat ikut bermain dalam proses pembuatannya.

“Saya berusaha memainkan peran seperti yang disampaikan sutradara, dan yang paling sulit itu menghafal naskah dialog, dari tadi belum lancar-lancar gara-gara grogi,” ujar  politisi PDI Perjuangan ini.

Dalam film tersebut Supriyadi berperan sebagai seorang bapak. Dia harus beradu acting dengan I Gusti Ayu atau akrab disapa Intan, salah satu artis ibu kota yang memainkan peran sebagai Katty.

Yang unik dalam sesi dialog itu, ternyata tidak hanya Supriyadi yang terlihat grogi, namun Katty yang menjadi lawan mainnya juga mengalami hal yang sama. Tak pelak dialog pun harus diulang beberapa kali.

“Ya memang saya akui, saya sempat grogi ketika harus beradu acting didepan kamera, namun dari arahan sutradara, bagaimana saya harus memainkan watak seorang bapak. Alhamdulillah bisa diatasi,” katanya.

Supriyadi mengungkapkan, pengalaman bermain film layar lebar itu merupakan pengalaman kali pertama. “Saya suka akting, seperti sekarang akting di film layar lebar, jadi tidak melulu memimpin rapat di Dewan saya,” kelakarnya.

Geliat Dunia Perfilman Semarang 

Sementara dengan Kota Semarang dijadikan sebagai lokasi syuting  Film Bisikan Arwah, Supriyadi mengaku sangat bangga, dan mengapresiasi Sutradara Hani Mustofa dengan memilih Kawasan Kota Lama sebagai lokasi utama syuting film.

“Proses syutingnya 100 persen di Semarang, termasuk mengeklporasi kawasan yang menjadi objek wisata andalan Pemerintah Kota Semarang tersebut,” katanya.

Dia berharap, dengan dijadikan lokasi syuting, bisa menjadi stimulus dan akan muncul tunas baru di dunia perfilman yang berasal dari Semarang. Mulai dari artis, rumah produksi (PH) dan lain sebagainya.

“Tentu harus difasilitasi, salah satunya dengan membuat rumah produksi oleh pemerintah, tujuannya agar warga Semarang bisa berlatih menggeluti industri film,” ungkapnya.

Selain itu, lanjut Supriyadi, sebagai destinasi wisata baru, di eksplorasinya Kota Lama sebagai tempat syuting film, akan membuat Semarang dan objek wisata di dalamnya bisa dikenal wisatawan asing atau pun domesitik.

“Bisa jadikan promosi Semarang juga kan, agar dikenal wisatawan asing maupun domestik,” ungkapnya. (is)

 

 

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *