Baru Tiga Hari Pindah Terminal Mangkang, PO Indonesia Ingin Kembalikan Armada ke Terminal Terboyo

SEMARANG (Asatu.id) – Sejak penutupan Terminal Terboyo per tanggal 1 September 2018, masa transisi bus baik AKDP maupun AKAP hingga Senin (3/9) belum berjalan optimal. Sampai saat ini, baru PO (perusahaan otobus) tertentu saja yang tertib memasuki terminal sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Seperti halnya di Terminal Mangkang yang terpusat untuk bus AKAP, sejauh ini tercatat baru PO Jaya Utama dan PO Indonesia yang telah masuk terminal tersebut. Hal itu membuat PO tersebut merasa kewalahan lantaran hilir mudik penumpang belum mencapai batas maksimal.

“Penumpang masih sangat sepi, dari sini paling sekitar empat atau lima penumpang sudah bagus. Malah ada yang kosong blong,” ujar Rasnawi Pengurus PO. Indonesia.

Rasnawi mengungkapkan, jumlah penumpang yang terhitung sangat sedikit dari Terminal Mangkang itu lantaran belum otimalnya transisi AKAP dari Terminal Terboyo ke Terminal Mangkang.

Dia mengungkapkan, penumpang akan kembali seperti sebelumnya jika semua PO ikut pindah. “Kalau sudah masuk sini semua saya kira gak masalah,” tambahnya.

Sementara itu, Diky Arman dari PO Indonesia menambahkan, pihaknya merasa keberatan dengan kondisi tersebut. Untuk itu, dia mengaku telah memberikan pernyataan kepada dinas terkait dengan memberikan batas tunggu operasi PO-nya di Terminal Mangkang.

“Tiga hari ini saya sudah di sini, meskipun yang lain belum pada masuk. Saya sudah minta tolong dengan dinas terkait tentang hal ini, karena kalau begini saya merasa keberatan. Saya beri waktu seminggu per tanggal satu sampai tanggal tujuh nanti kalau tidak ada tindak lanjut, armada saya bawa ke Terminal Terboyo semua,” tuturnya.

Sementara Penyidik Terminal Tipe A Mangkang Kementerian Perhubungan Wasito mengatakan, sudah ada perkembangan berkaitan dengan kenaikan jumlah armada yang masuk Terminal Mangkang.

Saat ini, lanjunya, sekitar 40 armada Bus Jaya Utama dan Indonesia hilir-mudik di Terminal Mangkang. Ia menegaskan, akan ada tindak lanjut untuk PO-PO yang belum masuk sesuai peruntukannya.

“Memang masih banyak yang muter di sekitar Terboyo. Namun, tindakan tegas berupa tilang akan dilakukan. Kita akan laporkan ke Kementerian agar diberikan sangsi,” tegasnya. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *