Pengunjung Keluhkan Tarif Parkir Sekitar Lawang Sewu

SEMARANG (Asatu.id) – Tarif parkir di sekitar Lawang Sewu, akhir-akhir ini banyak dikeluhkan masyarakat. Tidak seperti di tempat-tempat lain yang rata-rata dua ribu hingga tiga ribu rupiah, biaya penitipan motor, baik di belakang maupun samping bangunan bersejarah itu dibandrol lima ribu rupiah untuk setiap motornya.

Rasa keberatan salah satunya diungkapkan Fauziah Ulfah, mahasiswa Undip yang kebetulan sedang melaksanakan tugas kuliah untuk mengunjungi Lawang Sewu. Menurutnya, kenaikan tarif parkir itu tidak sesuai dengan fasilitas parkir yang ditawarkan.

“Tarif segitu terlalu mahal menurut saya, dengan lima ribu parkirnya di tempat kurang memadai, juga ini kan di tempat monumen, punya pemerintah juga,” ujar mahasiswa Jurusan Sejarah itu.

Fauziah mengungkapkan, sudah tiga kali dirinya ditarik Rp 5.000 untuk parkir. Ia mengaku keberatan, namun tidak ada yang bisa diperbuat lantaran ia hanya tahu tempat parkir ada di belakang Lawang Sewu.

Hal senada juga dirasakan Roufiki Azizamia penduduk asli Semarang. Menurutnya, sejak dirinya masih SMA hingga kuliah Semester tiga seperti saat ini tarif parkir mengalami kenaikan. Ia mengaku pernah mencoba parkir di tempat lain, yakni DP Mall, untuk memperoleh fasilitas yang lebih baik.

“Sudah sering berkunjung dari kecil.  Tarif parkir dari SMA sampai kuliah terus naik dari Rp 2.000 sampai Rp 5.000 sekarang ini. Pernah juga waktu bawa motor dititip ke DP Mall, di sana aman. Namun takutnya pas kunjungan lama jadi nambah waktu bayar. Akhirnya ya udah di sini, dengan tarif segitu kita lamain sekalian,” tuturnya.

Sementara itu, Roufika menambahkan sebelumnya dirinya pernah mengunjungi Lawang Sewu menggunakan mobil dengan tempat parkir seperti biasa. Namun setelah itu, ia lebih memilih menggunakan motor lantaran merasa kesulitan dan tarif pun lebih mahal.

“Pernah bawa mobil, bayarnya lima belas ribu. Itupun masih dipertanyakan segi keamanannya, karena jalannya sempit dan susah putarnya, ditakutkan mobil tergores juga,” tambahnya.

Adanya tarif yang tidak sesuai dengan fasilitas parkir di sekitar Lawang Sewu itu, banyak pengunjung yang merasa keberatan. “Sebaiknya diturunin, banyak mahasiswa apalagi kita dari jurusan sejarah pasti sering ke sini,” imbuh Fauziah. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *