Prihatin Situasi Politik, MUI Jateng Imbau Masyarakat Santun Gunakan Medsos

SEMARANG (Asatu.id) – Situasi politik menjelang Pilihan Presiden (Pilpres) dan Pilihan Legislatif (Pileg) 2019 dinilai sudah sangat memrihatinkan. Penilaian itu dilontarkan oleh Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jateng, terutama dalam penggunaan media sosial (medsos).

‘’Tidak jarang kita tonton di televisi tayangan para politisi yang saling menjatuhkan. Apalagi di media sosial (medsos) terang-terangan saling mengancam, menyebarkan fitnah, hoax, ujaran kebencian, menjelek-jelekkan orang lain. Kami mengajak mari gunakan medsos dengan santun dan berakhlakul karimah,’’ kata Ketua Umum MUI Jateng KH Ahmad Darodji, Jumat (31/8).

Ia mengatakan hal itu ketika menerima silaturahmi Kapolda Jateng Irjen Pol Condro Kirono di Kantor Kompleks Masjid Raya Baiturrahman, Jalan Pandanaran 126, Simpanglima Semarang.

Kiai Darodji yang didampingi Ketua Dewan Pertimbangan KH Ali Mufiz, Ketua KH Kharis Shodaqoh, Sekretaris Umum KH Muhyiddin, dan Sekretaris Komisi Fatwa KH Fadlonan Musyafa, juga mengimbau agar penggunaan Medsos tidak untuk bermusuhan, karena hal itu bisa memecah persatuan dan kesatuan bangsa.

“Ini penting kami ingatkan. Gunakan media sosial untuk menyambung silaturahim dan menambah wawasan, bukan untuk menyebarkan berita hoax, hasutan, ujaran kebencian, maupun pesan-pesan bernada provokatif yang membuat gaduh bangsa,” katanya.

Sementara Ketua Wantim Ali Mufiz menambabkan, di tengah arus informasi yang begitu deras, netizen dituntut lebih cerdas dalam menerima berita dan informasi. Masyarakat perlu melakukan verifikasi atau cek ulang setiap kali menerima berita dan informasi dari media sosial.

“Saat ini banyak sekali situs-situs yang menampilkan hoax atau berita bohong. Tujuannya bermacam-macam, mulai dari mengejar traffic kunjungan, menebarkan kebencian satu sama lain, hingga memecah belah persatuan,” tandasnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *