Pedagang Oleh-oleh dan Souvenir Haji Masih Kebanjiran Pesanan

SEMARANG (Asatu.id) – Musim haji telah berlalu. Namun belum semua jamaah haji yang tergabung dalam kelompok terbang (Kloter) sampai di tanah air. Masih ribuan jamaah lagi yang bakal tiba di tempat tinggalnya dengan membawa predikat haji dan hajah.

Perjalanan pulang jamaah haji saat ini juga tidak serumit dulu, terutama dalam membawa oleh-oleh dari negeri Arab. Apalagi ada batasan maksimal kuota dari pemerintah, yang mengharuskan para jamaah hanya bisa membawa oleh-oleh dengan jumlah terbatas.

Meski begitu, para jamaah tidak mempermasalahkan, karena berbagai jenis oleh-oleh haji saat ini sudah bisa diperoleh di tanah air. Barang-barang impor itu sekarang bertebaran dan bisa dibeli di banyak tempat.

Nyonya Hajah Radipah adalah salah satu pedagang yang sudah bertahun-tahun menjajakan oleh-oleh atau souvenir haji dan umroh. Ibu empat orang anak itu membuka usahanya di Kios Relokasi Pasar Johar Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) Blok E1, Jalan Arteri Soekarno Hatta, Semarang.

Beragam jenis oleh-oleh atau souvenir haji dan umroh tersedia di kiosnya. Semua bisa dibeli secara eceran maupun grosir. Di samping air zamzam, Hajah Radipah juga menyediakan 15 macam kurma, antara lain kurma madu, kurma rasul (ajwa), kurma tunisia, kurma madina, kurma mesir dan lain-lain.

Tersedia juga berbagai jenis kacang Arab, yaitu Almond, Kismis, dan Potasiun, dengan beberapa rasa, seperti keju dan original. Untuk jenis souvenir ada beragam tas, sajadah, teko, mug, tasbih, assesoris kecantikan, coklat, dan masih banyak lagi. Ada yang produksi lokal, tapi banyak juga barang impor.

Jauh sebelum waktu keberangkatan para calon haji, Hj Radipah sudah kebanjiran pesanan. Sampai saat ini pesanan itu pun masih banyak dia terima, terutama dari keluarga jamaah haji, sambil menunggu kedatangan jamaah hajinya.

“Alhamdulillah tidak pernah sepi. Pesanan selalu ada. Bahkan sampai sekarang masih banyak yang pesan sambil menunggu keluarga yang naik haji datang. Terutama kurma, kacang arab dan air zamzam,” kata Hj Radipah yang didampingi beberapa karyawannya.

Untuk oleh-oleh haji, Kurma Madinah dan Mesir paling banyak dipesan. Harganya antara Rp 40 ribu-Rp 50 ribu per kg. Harga kurma yang lebih murah juga laris manis. Biasanya keluarga haji pesan sampai puluhan kilogram yang dikemas dalam bentuk dus kodian.

“Yang pesan banyak biasanya dari luar kota, seperti Kudus, Jepara, Kendal, Salatiga, Purwodadi, Batang, Pekalongan bahkan Yogyakarta. Ada yang minta dikirim, banyak juga yang ambil sendiri. Praktis saja, kami melayani sesuai kemauan pembeli. Berapa kilo atau berapa kodi pun kami siap,” tutur Nyonya Hajah Radipah.

Tak hanya jenis buah atau makanan, banyak juga jamaah haji yang pesan jilbab, mukena, atau kerudung sebagai oleh-oleh. Nyonya Radipah menyediakan barang dari yang harga belasan ribu per biji sampai yang ratusan ribu.

“Selera dan kemauan pembeli kan macam-macam. Kami melayani semua. Bahkan pembelian di atas satu juta rupiah kami beri bonus kurma dua kilogram,” kata Nyonya Hajah Radipah, yang tinggal di Kwaron II RT 02 RW 2 Bangetayu Kulon, Kecamatan Genuk, Semarang.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *