Mulyo Hadi: Dekase Harus Ikut Pasarkan Karya Seni

SEMARANG (Asatu.id) – Dialog budaya pada helatan Pazaar Seni #5 digelar di Taman Budaya Raden Saleh Semarang, Jumat (31/8).

Dialog tersebut menghadirkan beberapa narasumber seperti Mahar Sudjana (Kadin Kota Semarang), Siswadi (PT PP Properti), Anthoni Soekanto (owner Tesla Paint dan Tesla Art Space), Billy Dahlan (President Director PT Dafam Group), Fauzi Akbar (GM Hotel Grand Arkenso Parkview), Wahyu Putra Pambayun (owner Nima Art Space), Kokoh Nugroho (perupa).

Mantan Ketua Dewan Kesenian Semarang (Dekase) sekaligus Akademisi Undip Mulyo Hadi Purnomo mengatakan kegiatan dialog budaya ini merupakan gagasan yang sangat bagus. Selama kelima kali penyelenggaraan Pazaar Seni baru kali ini bisa mengumpulkan para stakeholder terkait perkembangan seni di Kota Semarang.

“Dari Kadin Kota Semarang dan Perhimpunan Hotel dan Restoran Indonesia (PHRI) juga sangat antusias dan memberikan peluang bagi pelaku seni di Semarang untuk dapat memasarkan karyanya dengan memberi ruang untuk pameran” ujarnya saat ditemui Asatu.id

Untuk itu, lanjut dia, diharapkan para pelaku seni di Kota Semarang dapat memanfaatkan peluang tersebut. Sementara peran Dekase itu sendiri dapat menjalin komunikasi yang baik dalam hal pemasaran karya.

“Oleh karena itu peran dekase sangat berpengaruh sekali dalam merealisasikan ide dan gagasan dari hasil dialog budaya tersebut, karena akan sangat membantu para pelaku seni itu sendiri,” ungkapnya.

Mulyo menambahkan tantangan terbesar yang dihadapi oleh para pelaku seni di Kota Semarang ini adalah dalam hal pemasaran karya. Hal ini dikarenakan beberapa pelaku seni masih belum melek dengan manajemen pemasaran.

“Selain itu juga dalam hal kurangnya pemanfaatan teknologi digital, mengingat zaman sekarang sangat penting pemanfaatan ruang berkesenian di era kemajuan teknologi digital,untuk itu diharapkan dapat dimanfaatkan sebaik-baiknya” pungkasnya. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *