Ary Haryadi Optimistis Pemindahan Terminal Tingkatkan Penumpang

SEMARANG (Asatu.id) – Kepala Terminal Penggaron Ary Haryadi mengaku optimistis pemindahan bus AKDP dari Terminal Terboyo ke Terminal Penggaron bakal berdampak positif. Salah satu dampak positif tersebut adalah adanya peningkatan jumlah penumpang.

“Kami optimistis pemindahan terminal ini dapat meningkatkan jumlah penumpang. Bahkan harapan pengusaha sendiri lebih ramai di sini. Intinya lingkungan di sini perumahan, lain dengan Terboyo, tempat usaha,” ujarnya.

Dia menjelaskan  banyak pengusaha yang setuju dengan pemindahan ini. Bahkan, beberapa bus AKAP juga menginginkan bisa masuk Terminal Penggaron.

“Banyak pengusaha yang setuju dengan pemindahan terminal, bahkan bus Surabaya ingin masuk sini. Tapi di sini tidak nampung, selain itu memang tidak peruntukannya.  Ini terminal tipe B yang khusus mengoptimalkan AKDP. Kalau tipe A di Mangkang,” terangnya.

Pemindahan Terminal Terboyo ke Terminal Penggaron juga disetujui beberapa AKDP yang selama ini telah beroperasi di Terminal Penggaron. Salah satunya adalah Kardinanto AKDP Nur Azizah, Kedungjati Penggaron yang selama ini merasa bus di Terminal Penggaron sepi penumpang.

Menurutnya, selama ini banyak penumpang yang tidak menginginkan naik bus dari dalam terminal. “Penggaron sepi, banyak penumpang yang tidak mau naik dari dalam terminal karena nge-time lama. Banyak penumpang yang menunggu bis yang melaju terlebih dulu,” keluhnya.

Hal itu juga dirasakan Rudi Suryanto, pengurus PO Usaha Jaya Group. Dia berharap adanya perpindahan itu dapat menstabilkan penumpang di Terminal Penggaron. Hal itu sekaligus sebagai saran untuk AKDP yang nantinya akan masuk untuk memperhatikan aturan nge-time di Terminal Penggaron.

“Kalau nanti sudah pindah di sini semua jangan sampai ada yang nge-time di luar, semuanya masuk di dalam terminal. Soalnya semakin di dalam terminal kan naik turunnya ramai. Kan terminal hidup kalau gitu,” harapnya.

Rudi berharap dengan perpindahan itu AKDP yang nantinya akan pindah ke Terminal Penggaron agar mematuhi aturan yang telah ditentukan pihak terkait, sehingga tidak menimbulkan permasalahan antara AKDP lama dan baru.

“Kriminalitas bisa saja terjadi soalnya semakin tambah orang semakin ada masalah. Dari Dishub mengumpulkan semua, disarankan untuk tidak membuat keributan dengan orang lama, kalau bisa terminal ini nanti diberi pos polisi seperti di Terboyo. Jadi kalau ada apa-apa nanti bisa lapor langsung,” pungkasnya. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *