Tergantung Figur, Caleg Petahana dan Caleg Baru Sama-sama Punya Peluang

SEMARANG (Asatu.id) – Sistem proporsional terbuka pada Pemilu 2019 berperan besar bagi perolehan suara para calon anggota legislatif (Caleg). Sehingga peluang Caleg petahana maupun Caleg baru sama-sama besar dalam menggaet calon pemilih.

Pernyataan itu disampaikan Bakal Calon Anggota Legislatif (Bacaleg) dari Partai Nasdem, Fadholi, pada Seminar Nasional dengan tema “Caleg Baru Versus Petahana Berebut Suara di Jawa Tengah”, yang digelar Forum Wartawan Provinsi dan DPRD Jawa Tengan (FWPJT) di Kampus Program Doktor Ilmu Hukum (PDIH) Untag, Jalan Pemuda No 70 Semarang, Rabu (29/8) siang.

Sebagai petahana, Fadholi tidak menampik anggapan yang menyatakan peluangnya lebih besar dibanding Caleg baru. Tetapi Fadholi mengingatkan, bahwa petahana juga bisa gagal total jika track recordnya tidak baik di mata masyarakat.

“Logikanya, petahana pasti punya peluang lebih besar. Dia punya jaringan, baik dari partai maupun konstituen. Petahana juga pasti sudah mengenal medan. Kuncinya, bagaimana dia mengemban amanat ketika masih menjadi wakil rakyat. Sering turun ke dapil dan konstituen atau tidak? Makanya saya katakan peluang tetap sama dengan Caleg baru,” paparnya.

Di sisi lain, menurut Fadholi, figur Caleg juga berperan. Masyarakat sudah cerdas, tidak bisa dibohongi dan tidak bisa menerima Caleg yang hanya suka mengumbar janji. Apalagi tidak pernah turun ke lapangan.

“Petahana yang tidak pernah turun ke konstituen akan mengalami kesulitan, meskipun punya jaringan yang cukup. Reputasi yang bagus sangat penting ketika caleg menyambangi konstituennya dan menyampaikan program,” kata politisi asal Salatiga itu.

Fadholi juga menandaskan, selama politik uang masih jalan dan menjadi modal para Caleg, maka kualitas wakil rakyat pun tidak maksimal.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *