Sosok Caleg dan Capres akan Saling Memengaruhi Perolehan Suara Pemilu 2019

SEMARANG (Asatu.id) – Pemilu 2019 berbeda dengan pemilu sebelumnya. Di samping ada agenda Pemilihan Presiden (Pilpres), juga disertai agenda Pemilihan Legislatif (Pileg). Karena itu, dalam hal pendulangan suara, dua agenda pemilu itu akan saling terkait dan memengaruhi.

Hal itu dikatakan politisi Partai Gerindra, Ferry Juliantono, saat menjadi salah satu nara sumber pada Seminar Nasional dengan tema “Caleg Baru Versus Petahana Berebut Suara di Jawa Tengah”, Rabu (29/8) siang.

Seminar yang digelar Forum Wartawan Provinsi dan DPRD Jawa Tengan (FWPJT) ini berlangsung di Kampus Program Doktor Ilmu Hukum (PDIH) Untag, Jalan Pemuda No 70 Semarang.

Selain Ferry, tampil juga tiga nara sumber lain, yaitu Dini S Purwono (Caleg PSI), Musthofa (PDIP), dan Fadholi (Nasdem). Mereka adalah Bakal Calon Anggota Legislatif yang akan berebut suara di beberapa daerah pemilihan (Dapil) di Jawa Tengah.

Menurut Ferry yang juga Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, para Caleg dalam upaya menggaet calon pemilih akan membawa dua misi, yakni mencari suara untuk dirinya sekaligus untuk calon presidennya.

“Maka ada kemungkinan terjadi lonjakan suara pada partai pengusung sosok Capres atau pengusung Caleg. Orang bisa tidak suka dengan Calegnya, tetapi memilih sosok Capresnya. Atau tidak suka Capresnya tetapi memilih sosok Caleg yang dicalonkan partai pengusung Capres. Itulah salah satu seni perebutan suara di Pemilu 2019 nanti,” kata Ferry.

Ferry sendiri mengaku sudah punya strategi khusus untuk berebut suara di Jawa Tengah lewat Dapil 4 (Karanganyar, Sragen dan Wonogiri). (bud)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *