PKL Karangtempel Siap Dipindah ke MAJT Asal Pemkot Lakukan Pengerasan Dasaran

SEMARANG (Asatu.id) – Pemkot Semarang telah menyewa lahan di area Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT) Semarang seluasa 1,2 hektare. Lahan tersebut akan digunakan untuk relokasi 536 pedagang kaki lima (PKL) Karangtempel.

Para PKL yang tergabung dalam Paguyuban Karya Mandiri itu bangunan kiosnya dibongkar pemkot karena terdampak proyek normalisasi Banjir Kanal Timur (BKT), sehingga harus pindah.

Menurut Ketua Paguyuban PKL Karya Mandiri, Rohmat Yulianto, para PKL pada prinsipnya siap untuk pindah ke MAJT. Namun pihaknya meminta pihak pemerintah melakukan pengerasan dasaran sebelum ditempati.

”Untuk mendirikan shelter teman-teman pedagang siap. Tapi kami minta dibantu untuk pengerasan dasaran tempat jualan dan jalan,” pinta Rohmat di depan anggota Komisi B saat melakukan audiensi bersama teman-temannya.

Pihaknya juga meminta surat keterangan Wali Kota terkait relokasi di area tersebut. Sehingga nantinya, memiliki dasar yang kuat selama tiga tahun menempati area tersebut.

Yulianto berharap pengerasan jalan dan kios segera dilakukan. Jika sudah rampung pedagang akan segera ke relokasi.

”Kami menempati relokasi sekitar tiga tahun. Setelah itu akan ditempatkan permanen di Pasar Waru,” imbuhnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *