Bosan Baca Buku di Perpustakaan, Ada Literasi Jalanan

SEMARANG (Asatu.id) – Kesan perpustakaan yang hening layaknya kuburan tampaknya kini mulai ditepis di beberapa tempat. Selain di dalam gedung dengan alihan suasana inovatif, kini muncul pula Literasi Jalanan yang dapat ditemui setiap Minggu pagi di Alun-Alun Simpang Lima ketika Car Free Day berlangsung.

Berbeda dengan perpustakaan pada umumnya, Literasi Jalanan ini memiliki sistem buka lapak layaknya orang berjualan buku. Namun jangan salah, buku-buku yang dilapakkan itu tidak diperjualbelikan melainkan dapat dengan bebas dibaca setiap yang hadir di sana.

“Kita coba nampung semua kalangan, kita menyediakan dari buku anak-anak, remaja, mungkin beberapa progresif dari teman-teman pas mau datang dan minat baca. Juga beberapa buku literasi tentang novel-novel baru, kaum milenial seperti ini,” ujar Ika Agustiawan, pendiri Literasi Jalanan.

Suasana asyik membaca buku tergambar di alun-alun yang dulu didirikan Presiden Soekarno itu. Pengunjung merasa nyaman membaca dengan menikmati udara pagi yang tampak begitu asri dan jauh dari kesan membosankan.

“Senang baca buku di sini, nyaman, rileks, sama menikmati pemandangan. Biasanya kalau di Perpus penuh dengan tekanan. Kalau di sini bisa menikmati udara pagi, banyak orang lewat tidak membosankan,” tutur Risda Kumala Sari, Mahasiswa UIN Walisongo.

Sementara itu Ika mengatakan, pengunjung tidak akan khawatir jika belum selesai membaca kala lapak telah ditutup. Pengunjung dapat meminjam buku yang disukai untuk dibawa pulang, sehingga dapat merampungkan bacaannya.

“Kita di sini ada dua sistem pinjam, mau pinjam dengan fotokopi KTP atau dengan meninggalkan dua buku di kita. Jadi bacanya tidak putus di tengah jalan, kan nanggung ya,” terang Mahasiswa asal Demak yang akrab dengan panggilan Senja itu.

Ika optimis membawakan buku untuk masyarakat. Menurutnya, visinya itu merupakan hal positif untuk masyarakat. Ia pun mengatakan akan terus mengusahakan agar Literasi Jalanan dapat dinikmati di tempat-tempat ramai, tidak hanya di Alun-Alun Simpang Lima.

“Saya buat Literasi Jalanan biar orang-orang nggak malas baca. Kita usahakan tiap minggu rutin di sini. Rencananya ke depan bukan hanya minggu pagi, tetapi saya akan mencoba beberapa kali pas malam hari mungkin tidak di sini tapi di tempat lain, seperti kota lama atau lawang sewu. Saat ini saya masih survey di beberapa tempat yang banyak orang datang,” tegasnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *