Waspada, Program Investasi Abal-abal Ada di Sekitar Kita

SEMARANG (Asatu.id) – Kegiatan program investasi abal-abal, ternyata masih banyak yang bergentayangan di sekitar kita, dan biasanya menjamah wilayah perkotaan yang sangat besar. Misalnya di Jabodetabek, Surabaya, Bandung, Semarang dan kota besar lainnya.

Hal itu ditegaskan Kepala Satgas Waspada Investasi Otiratas Jasa Keuangan (OJK), Tongam L Tobing kepada peserta Sosialisasi Tindak Pidana Sektor Jasa Keuangan dan Satgas Waspada Investasi, di PO Hotel Semarang, Jumat (24/8).

“Kami mengimbau kepada masyarakat untuk waspada dan tidak tergiur dengan program investasi yang menawarkan program tidak realistis. Untuk itu, kalau ada yang menawarkan investasi, kami imbau masyarakat mengingat 2L, yakni legal dan logis. Artinya, entitas yang menawarkan memiliki izin, dan apa yang dijanjikan dari investasi itu masuk akal,” tegasnya.

Dipaparkan oleh Tongam L Tobing,  dari praktik investasi bodong di Indonesia, dalam satu dekade telah mengakibatkan kerugian sebesar Rp 105,8 triliun. Tim Satgas Waspada Investasi pun mengimbau agar masyarakat jangan mudah tergiur iming-iming investasi yang mencurigakan.

Tongam L Tobing menambahkan, pada tahun 2018 hingga bulan Juli lalu, sudah ada 98 entitas yang dihentikan kegiatannya. Dan hal itu bisa menjadi peringatan agar masyarakat lebih berhati-hati.

Terungkapnya kasus investasi bodong itu berkat respon dari satgas yang transparan ketika menanggapi laporan masyarakat. Bahkan beberapa di antaranya sudah menjalani proses hukum dan pelakunya dibui.

Sebenarnya, lanjut Tongam L Tobing, tidak sulit untuk mengetahui karakteristik praktik investasi bodong, antara lain janji keuntungan yang tidak wajar, janji bonus perekrutan anggota baru, memanfaatkan tokoh untuk menarik minat investasi, klaim tanpa risiko, dan legalitas tidak jelas.

“Jadi bagi masyarakat yang mulai penasaran mau bergabung, kami mengimbau untuk meneliti dan mengetahui terlebih dahulu legalitas lembaga dan produknya, pahami proses bisnis yang ditawarkan, pahami manfaat dan risikonya, dan pahami hak dan kewajibannya,” pesanTongam terkait tips berinvestasi. (bud)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *