Satgas Waspada Investasi OJK, Hentikan Praktik 98 Entitas Abal-abal 

SEMARANG (Asatu.id) – Sebanyak 98 entitas penyalur program investasi, telah dibekukan oleh Satuan Tugas (Satgas) Waspada Investasi Otoritas Jasa Keuangan (OJK), karena program yang ditawarkan hanya abal-abal, tidak logis dan ilegal.

Hal itu disampaikan Ketua Satgas Waspada Investasi Ilegal, Tongam L Tobing kepada wartawan, usai acara Sosialisasi Tindak Pidana Sektor Jasa Keuangan dan Satgas Waspada Investasi di PO Hotel Semarang, Jumat (24/8).

Penghentian kegiatan investasi tersebut diharapkan bisa menjadi peringatan bagi masyarakat agar lebih berhati-hati. Apalagi secara global kerugian yang ditimbulkan juga sangat besar.

“Dari 2007 sampai 2017 kerugian sampai Rp 105,8 triliun, itu baru yang terdeteksi dan perlu diwaspadai. Tahun ini sampai bulan Juli sudah 98 entitas dihentikan. Kami akan terus melakukan pemantauan terhadap entitas-entitas penyalur program investasi di Indonesia itu,” kata Tongam.

Ditambahkan Tongam L Tobing, pihaknya akan bersikap tegas dalam memantau, mengawasi dan memberhentikan perusahaan penyalur investasi ilegal yang dapat membahayakan masyarakat.

Menurut Tongam, ada beberapa faktor dan alasan yang melatarbelakangi penghentian entitas program investasi ilegal tersebut.

Pertama, meningkatnya kesadaran masyarakat dan mau melaporkan praktik entitas yang merugikan itu kepada Satgas Waspada Investasi. Laporan yang masuk pun langsung ditindaklanjuti.

“Kedua, karena adanya kemajuan teknologi informasi. Dengan kemajuan teknologi ini, sangat mudah orang menawarkan investasi, sehingga pelaku lebih banyak yang menawarkan program-program itu,” tandasnya. (bud)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *