Mahasiswa Seni Rupa Unnes Integrasikan Karya Seni dalam Nuansa Konservasi

SEMARANG (Asatu.id) – Sejumlah mahasiswa Seni Rupa Unnes menggelar Pameran Proyek Studi di Gedung Oudetrap Kota Lama. Gelaran tersebut akan berlangsung selama tiga hari, yakni hingga tanggal 26 Agustus 2018 mendatang.

Berbeda dengan tema-tema yang diangkat sebelumnya, karya keempat mahasiswa itu lebih menonjolkan nuansa konservasi. Hal itu dirasa membawa nama Unnes yang juga menjadi  visi Universitas berlabel Konservasi itu.

“Tema yang diangkat dalam karya-karya ini sesuai visi Unnes yaitu mengangkat konservasi. Jadi membawa nama universitas melalui karya seni,” kata Syakir Muharar Ketua Jurusan Pendidikan Seni Rupa.

Sebelumnya, keempat proyek studi itu adalah Sintren Pemalang sebagai Subjek Karya Seni Kolase karya Dini Syarifah, Save Me: Hewan Endemik Jawa sebagai Ide dalam Berkarya Seni Grafis Karya Dianny Fauziyah, Karakter Tokoh Pewayangan  sebagai Inspirasi Berkarya Seni Vignette Karya Tina Maryana Rokhmah dan Jhatilan Gedruk Magelang sebagai Inspirasi Berkarya Seni Relif karya Fenty Twintasari.

Syakir mengaku sangat apresiatif dengan pameran itu. Menurutnya, terselenggaranya pameran di gedung Oudetrap telah melewati proses yang tidak mudah. Ia pun mengapresiasi gelar karya yang telah tersaji pada malam itu yang telah mengintegrasikan beberapa seni yang tidak hanya seni rupa tetapi juga tari maupun musik. Hal itu menurutnya memberikan makna yang tepat untuk seni.

“Suatu yang sangat istimewa. dengan terintegasinya semua unsur tadi ada tari, musik dan sajian seni rupa yang kita lihat di dalam. Sesuatu yang barangkali seni tidak bisa dipisahkan, menyatu. Sudah kesekian kalinya dalam beberapa bulan terakhir, tempat itu memungkinkan untuk mahasiswa menampilkan karyanya. Inilah dinamika yang dilewati anak mahasiswa seni rupa sebagai syarat untuk menyelesaikan proyek studi,” pungkasnya. (bud)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *