Gunawan: Orang Tua Harus Tahu Waktu Perkenalkan Teknologi pada Anak

SEMARANG (Asatu.id) – Gunawan Saptogiri Kepala Dinas Pendidikan Kota Semarang mengatakan, anak-anak perlu diperkenalkan teknologi. Menurutnya, hal tersebut perlu dilakukan guna menciptakan kreativitas.

“Paling tidak kita bisa menstandarisasi kurikulum yang ada di Paud ini. Kemudian bagaimana kita menciptakan kreativitas daripada anak-anak ini karena merupakan generasi muda yang nanti akan menjadi penerus bangsa kita sehingga perlu diajarkan disiplin, kreativitas, keberanian, tanggung jawab, dan sebagainya ini sangat positif,” ujarnya usai menghadiri Ajang Kreativitas Pos Paud di Gedung Wisma Perdamaian, Sabtu (25/8).

Ia memaparkan, banyaknya penggunaan gawai yang tidak dibarengi dengan penggunaan yang bijak saat ini tentu memiliki dampak negatif bagi anak. Ia mengungkapkan, baik guru maupun orang tua tidak diperkenankan untuk memperkenalkan teknologi yang belum saatnya.

“Ini sebetulnya di pos paud sudah ada semacam kurikulum, sudah ada pembekalan untuk guru dan sebagainya bagaimana mengajarkan anak-anak supaya tidak terpengaruh oleh teknologi yang belum saatnya. Makanya kalau di Paud itu biasanya untuk HP atau segala macam tidak diperkenankan untuk HP dan sebagainya,” terangnya.

Ia mengungkapkan, baik guru maupun orang tua harus tahu waktu perngenalan teknologi untuk anak. Hal itu agar anak-anak tetap dapat menyerap perkembangan saat ini agar tidak menjadi bangsa yang tertinggal.

“Kalau anak-anak ada dua yang pantau, kalau di Paud otomatis guru-guru Paud, kalau di rumah otomatis orang tua. Lah ini orang tua paling tidak, tahu kapan saatnya anak-anak itu diperkenalkan oleh teknologi sehingga perlu anak-anak ini dbawakan handphone dan sebagainya,” jelasnya.

Selanjutnya, Wakil Wali Kota Semarang Hevearita Gunaryanti memberi catatan bahwa pengenalan teknologi pada anak harus disertai dengan kreativitas. Ia menegaskan, perlu adanya kolaborasi antara teknologi dan kreativitas agar anak dapat mengikuti perkembangan zaman.

“Kreativitas zaman sekarang tidak bisa disamakan dengan zaman dulu, pastinya harus dikombinasi atau dikolaborasi dengan zaman now, sehingga anak-anak tidak bisa langsung seperti anak zaman dulu karena anak-anak tidak akan mau sehingga diharapkan dari teknologi-teknologi sekarang bisa dikombinasi dengan kreativitas,” tutupnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *