Kawasan MAJT – MAS Seluas 22 Hektare Segera Direalisasi

SEMARANG (Asatu.id) – Kawasan Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT)-Masjid Agung Semarang (MAS), seluas 22 hektare segera dipercepat realisasinya, dalam rangka merespons berbagai dukungan yang terus mengalir.

Dukungan terhadap kawasan yang akan dibangun oleh Yayasan Nadzir Wakaf Banda Masjid Agung Semarang (YNWBMAS) tersebut mengalir dari Gubernur Jateng, Walikota Semarang Hendar Prihadi, Ketua Baznas Pusat Prof Dr Bambang Sudibyo, serta kalangan perbankan syariah.

Menurut Ketua YNWBMAS, Prof Dr KH Noor Ahmad MA, pematangan tanah di area tersebut terus dimasifkan guna mempercepat realisasi pembangunan. Prioritasnya diarahkan untuk RS Tipe C sebagai tempat pelayanan kesehatan gratis bagi pasien dhuafa.

“Seluruh biaya pengobatan dan perawatan hingga sembuh ditanggung Baznas Pusat dan Baznas Jateng. Kerja sama dengan Baznas sedang dirintis dan tampaknya akan lancar. Hal itu dibuktikan dengan respons Ketua Baznas Pusat Prof Dr Bambang Sudibyo yang sudah mengecek lokasi dan meminta penjelasan kepada kami,” kata KH Noor Ahmad.

Dari cek lokasi dan paparan YNWBMAS, Ketua Baznas Pusat malah berharap rumah sakit ini cepat terwujud untuk dijadikan percontohan nasional. Mengingat, konsep rumah sakit gratis yang ditanggung Baznas, baru pertama di Indonesia. Memang sudah ada rintisan seperti ini, namun baru sebatas klinik, bukan rumah sakit.

Dalam rangka merealisasi ide dan gagasan spektakuler, YNWBMAS juga mengundang rapat bersama Walikota Semarang, Hendrar Prihadi yang didampingi Tim Pemkot Semarang, di MAJT, Rabu (22/8).

Hadir Ketua YNWBMAS Prof Dr KH Noor Ahmad MA beserta pengurus yayasan, antara lain KH Ali Mufiz MPA, KH Muhyiddin MAg dan KH Hanif Ismail. Ketua Baznas Jateng Dr KH Ahmad Darodji dan Sekretaris Baznas Jateng Drs KH Ahyani juga hadir. (bud)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *