BRT Trans Semarang Tingkatkan Transaksi Non Tunai

SEMARANG (Asatu.id) – Realisasi jumlah transaksi Trans Semarang pada bulan Januari – Juli 2018 sebesar 5.544.737 penumpang. Dari realisasi tersebut tercatat terdapat 5.505.093 transaksi tunai  (3.855.014 penumpang umum dan 1.650.079 penumpang  pelajar) dan 39.644 transaksi non tunai. (26.501 penumpang umum dan 13.143 penumpang pelajar).
Plt.Kepala Badan Layanan Umum Trans Semarang, Ade Bhakti Ariawan menyatakan, dari Target penumpang BRT Trans Semarang tahun 2018, saat ini tercatat baru 0, 71% penumpang yang memanfaatkan kemudahan bertransaksi secara cashless.
Dari total Transaksi Januari – Juli 2018 sebanyak 5.544.737, saat ini baru 39.644 yang menggunakan cashless terdiri dari 26.501 umum dan 13.143 pelajar.
“Kami berupaya meningkatkan transaksi non tunai dengan bekerjasama dengan beberpa vendor. Saat ini penumpang bisa menikmati berbagai layanan cashless dengan  E- Tiketing BRT, BRI BRIZZI, BNI Tapcash, dan OVO,” katanya.
Sementara itu, Target penumpang Bus Rapid Transit (BRT) Trans Semarang tahun 2018, sebanyak 12.847.536 penumpang, meliputi 7.030.816 penumpang umum dan 5.816.720 penumpang pelajar. Jika dirupiahkan total target pendapatan tahun 2018 adalah Rp.30.424.576.000,-
Selain mudah dan nyaman, pembayaran dengan cashless sering disertai promo, diantaranya Promo HUT Kota Semarang, Promo kemerdekaan.
Ade berharap transaksi non tunai terus meningkat sehingga memudahkan masyarakat dalam bepergian menggunakan moda transportasi massal kebanggan warga semarang ini.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *