Respon Keluhan Netizen di Instagram, Wali Kota Hendi Sidak Pasar Srondol

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi saat sidak di Pasar Srondol. (Foto: Humas Pemkot Semarang/dok)

SEMARANG (Asatu.id) – “Katanya merdeka, tapi Pasar Srondol kok sepi, tak tunggu nang Pasar Srondol pak @HendrarPrihadi”, tulis akun @Hanieswidya pada kolom komentar salah salah satu unggahan Wali Kota Semarang, Hendrar Prihadi di Instagram.

“Terima kasih infonya”, jawab Wali Kota Semarang yang akrab disapa Hendi itu lewat akun Instagramnya pada tanggal 17 Agustus 2018 kemarin.

Berawal dari percakapan di media sosial tersebut, melalui informasi yang didapat dari rilis resmi Pemkot Semarang akhirnya Hendi bertolak ke Pasar Srondol untuk melakukan inspeksi mendadak guna melakukan pencocokan informasinya yang dilaporkan kepadanya, Selasa (21/8).

Tak sendiri, dirinya mengajak serta jajaran Dinas Perdagangan Kota Semarang dan Dinas Koperasi dan UMKM Kota Semarang untuk bersama-sama melihat langsung kondisi pasar yang dilaporkan sepi pengunjung tersebut. Hasilnya tak hanya sepi pengunjung, pasar yang baru saja direvitalisasi pada tahun 2017 tersebut rupanya juga sepi dari penjual.

“Liyanipun pundi bu ?” (lainnya kemana bu), tanya Hendi kepada salah satu pedagang di Pasar Srondol.

“Mboten buka pak” (tidak buka pak), jawab salah satu pedagang tersebut yang membuat Hendi mengernyitkan dahinya.

Tak hanya di area pasar tradisional, Wali Kota Semarang yang juga politisi PDI Perjuangan tersebut juga berkeliling di area pasar berbasis UMKM yang berada pada satu lokasi. Tak jauh berbeda, dirinya pun mendapati dari 28 kios UMKM yang ada, sebanyak 6 kios terlihat tidak menunjukkan adanya aktivitas berjualan.

Melihat hal tersebut, Hendi langsung meminta Dinas Perdagangan Kota Semarang untuk mengevaluasi kepemilikan kios untuk kemudian dialihkan kepada pelaku UMKM yang berkomitmen untuk terus membuka kiosnya agar dapat menarik pengunjung.

Dalam sidaknya kali itu, Hendi pun lantas mengumpulkan seluruh pedagang serta pelaku UMKM untuk meminta adanya komitmen untuk bergerak bersama membuat pasar menjadi ramai.

“Meramaikan pasar ini harus dilakukan bersama-sama, pemerintah sudah menyediakan fasilitas yang baik dan mumpuni, harapan saya sedulur-sedulur mampu menjadikannya sebagai modal untuk berjuang bersama,” pungkasnya.

“Adanya segala masukan dan laporan pasti akan ditindaklanjuti, tapi saya minta sedulur-sedulur bisa kompak terkait waktu berjualan, kalau perlu diseragamkan untuk semua buka sampai malam,” pintanya.

Apa yang disampaikan Hendi mendapatkan respon positif dari paguyuban pedagang yang menyatakan akan berkomitmen untuk bersama pemerintah meramaikan Pasar Srondol tersebut.

“Kami juga akan berusaha dengan melakukan demo Batik, demo memasak, demo kerajian, dan sebagainya,” tutur Olif mewakili pedagang Pasar Srondol.

“Optimis jika kami mampu bersinergi dengan pemerintah, maka Pasar Srondol yang berbasis UMKM ini bisa menjadi salah satu destinasi wisata seperti Pasar Srondol,” paparnya.

Di sisi lain, ketua Klaster Pariwisata Pedagang Pasar Srondol mengungkapkan sangat senang dengan hadirnya Wali Kota Hendi di tengah-tengah para pedagang.

“Kedatangan pak wali memang sangat kami harapkan karena beliau adalah ruh sebenarnya dari Pasar Srondol ini, terbukti beliau hari ini bisa langsung memberikan arahan untuk pasar ini bisa hidup kembali,” ujarnya.

“Terima kasih, kami telah difasilitasi dan terima kasih hari ini sebagai decision maker beliau hadir langsung,” tegasnya. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *