Imam Besar Masjid New York Ajak Umat Islam Teladani Pengorbanan Nabi Ibrahim

SEMARANG (Asatu.id) – Ibrahim Alaihi Salam adalah sosok nabi yang mengajari makna hidup dengan ujian. Antara lain ujian tentang ketaatan dan pengorbanan, kekokohan iman dan soliditas mental, serta ajaran nilai-nilai kehidupan kolektif dan kepemimpinan.

Nilai-nilai kehidupan luar biasa dari Ibrahim AS itulah yang terepresentasikan dalam perayaan Idul Adha. Nilai dan ajaran hidup yang memiliki sarat makna dan bisa dicontoh manusia sekarang.

Hal itu disampaikan Imam Besar Masjid New York, Amerika Serikat, Dr Shamsi Ali saat menjadi khatib salat Idul Adha 1439 Hijriyah di Masjid Agung Jawa Tengah (MAJT), Rabu (22/8).

Salat Id di MAJT dihadiri puluhan ribu jamaah, termasuk Gubernur Jateng Ganjar Pranowo beserta istri, Siti Atiqoh, sejumlah kepala OPD Pemprov Jateng, Ketua DPP MAJT KH Noor Ahmad beserta istri, Hj Nur Kusumadewi dan jajaran pengurus MAJT lainnya.

Mengambil kisah Nabi Ibrahim, Shamsi Ali memaparkan, setelah mencapai kematangan jiwa dan pengalaman hidup yang solid, Ibrahim memang berdoa untuk dijadikan pemimpin. Tetapi kepemimpinan yang berasas ketakwaan. Kepemimpinan yang membawa umatnya kepada ketaatan.

“Jika kepemimpinan Nabi Ibrahim ini dikontekstualisasikan dalam kehidupan bangsa Indonesia, maka semua itu secara substantif tertuang dalam Pancasila,” kata Shamsi Ali.

Pria kelahiran Bulukumba, Sulawesi Selatan, 5 Oktober 1967 itu, akhirnya mengajak umat Islam Indonesia meneladani kepemimpin Nabi Ibrahim AS.

“Proses kepemimpinan Nabi Ibrahim diraih melalui ujian panjang hingga menjadi pemimpin yang matang dan berkarakter. Bukan sosok yang tiba-tiba menjadi pemimpin,” tandasnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *