Dampak Kekeringan, Banyak Anak Kampung Rowosari Kena Penyakit Gatal-gatal

SEMARANG (Asatu.id) – Bencana Kekeringan yang melanda warga Kelurahan Rowosari RT 4 RW 9, Kecamtan Temblng, Kota Semarang, tiga bulan terakhir ini ternyata tidak hanya mempersulit aktivitas warga, tetapi lebih dari itu. Pasalnya, akibat krisis air yang menjadi langganan tiap musim kemarau itu rupanya menimbulkan beberapa penyakit.

Salah satu penyakit yang saat ini melanda warga Rowosari adalah penyakit gatal, yang banyak terjadi pada anak-anak.

Juliah, salah seorang warga Rowosari, mengungkapkan, banyak anak di kampungnya yang terkena gatal-gatal. Hal itu karena anak-anak terkena alergi akibat tidak mandi sehabis bermain.

“Pas musim kemarau seperti ini banyak anak yang gatal-gatal, kebanyakan umur lima tahun ke bawah. Alergi karena kena pasir, kena debu. Kalau ada air habis main dimandiin, tapi kalau kayak gini kan enggak,” ujar Juliah di sela-sela droping air bersih oleh BPBD, Selasa (21/8).

Ibu dari empat anak itu mengatakan, krisis air bersih yang melanda warga saat ini sangat mengganggu kenyamanan. Jika tidak air, ia terpaksa meminta ke sumur warga atau memandikan anak-anaknya di sungai sejauh dua kilometer.

“Gatal. biasanya pas musim hujan mandinya dua kali sampai tiga kali, tapi kalau musim kemarau seperti ini paling mandinya satu kali waktu siang,” tambahnya.

Sementara itu, Juliah menegaskan, sejauh ini belum ada pihak-pihak kesehatan yang mengecek langsung kondisi kesehatan di RT-nya itu. Ia berharap ada pihak kesehatan  yang melihat langsung kondisi di tempat warga.

“Tidak ada Puskesmas yang mengecek langsung, hanya warga yang merasa ada keluhan yang kemudian ke sana. Kalau ada pihak Puskesmas yang datang ke sini malah lebih bagus,” imbuhnya. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *