Lahan Tandus Jadi Kendala Relokasi Makam Terdampak Tol Semarang-Batang

SEMARANG (Asatu.id) – Kondisi lahan tandus di relokasi makam menjadi kendala pemindahan jenazah dari lokasi makam terdampak jalan tol di Klampisan, Kelurahan Purwoyoso, Kecamatan Ngaliyan. Lahan perbukitan yang digunakan sebagai lahan pengganti makam mempunyai kontur yang padat dan keras.

Kondisi itu sangat berbeda dengan kontur lahan lokasi makam yang lama. Proses penggalian jenazah mudah dilakukan. Apalagi sebelumnya disiram dengan air sungai.

Meski begitu, sejauh ini sudah lebih dari 330 jenazah telah dipindahkan ke lokasi baru. Seperti diberitakan sebelumnya, pemindahan jenazah itu dilakukan demi memuluskan proses pembangunan jalan tol Semarang-Batang seksi 5 di Kota Semarang.

“Sampai Senin sudah ada 333 jenazah yang dipindah. Semua sudah dimakamkan di lokasi yang baru,” ujar Koordinator Penataan dan Pemindahan relokasi makam jalan tol Batang-Semarang, Suyono, saat ditemui di lokasi pemakaman.

Jumlah tersebut, lanjut Suyono, akan terus bertambah seiring jumlah jenazah hingga nantinya mencapai 1.100 jenazah. Puluhan petugas dikerahkan untuk mempercepat proses pembongkaran dan penguburan kembali jenazah ke lahan makam relokasi.

Setiap hari progres pemindahan jenazah juga terus mengalami peningkatan. Pada hari pertama atau Rabu (15/8) lalu jenazah yang dipindah sebanyak 55, kemudian berturut-turut pada Kamis (78), Sabtu (72), Minggu (82) dan hingga Senin siang (46).

“Kami target 20 hari kerja sudah selesai. Tapi efektif untuk pembangunan dan sebagainya 30 hari,” tambah Suyono. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *