Dinas Perdagangan Bongkar 67 Kios PKL di Kelurahan Bugangan dan Mlatiharjo

SEMARANG (Asatu.id) – Relokasi pedagang kaki lima (PKL) di bantaran Sungai Banjir Kanal Timur (BKT) terus dilakukan. Pembongkaran kios kembali dilakukan dinas perdagangan di Kelurahan Bugangan dan Mlatiharjo, Senin (20/8).

Sebanyak 67 kios dan PKL dan 10 hunian liar diberikan tenggat waktu untuk memindahkan barang-barangnya secara suka rela hingga tanggal 25 Agustus.

Kepala Dinas Perdagangan Kota Semarang Fajar Purwoto mengatakan jika para pedagang masih mempati kiosnya hingga tanggal yang ditentukan. Pihaknya bersama dengan PLN akan memutus aliran listrik di lokasi tersebut.

Imbauan ini, menurut Fajar,  merupakan langkah  preventif agar tidak terjadi konflik sosial. Untuk pemindahan secara suka rela ini, pihaknya  telah memberi peringatan sebanyak tiga kali kepada pedagang agar mereka pindah ke Pasar Klithikan Penggaron sesuai ketetapan Pemkot Semarang.

“Tugas kami membantu membongkar. tetapi kami serahkan kepada PKL untuk membongkar sendiri. Siapa tahu barang-barang mereka bisa dimanfaatkan di lain tempat,” ujar Fajar.

Dia mengakui kendala yang dialami Dinas Perdagangan pada pembongkaran yang dijadwalkan selesai pada awal September tersebut adalah para PKL yang menginginkan bangunan kios secara permanen dari pemerintah di tempat relokasi. Padahal, lanjutnya,  dahulu bangunan PKL ini juga dibangun para pedagang dengan swadaya.

“Mereka menghendaki untuk dibangunkan kios dan kami tidak mungkin membangunkan kios karena anggarannya tidak ada dan memang tidak kami anggarkan,” ujarnya.

Pembongkaran hari ini merobohkan tiga kios yang telah disetujui oleh pemilik sebelumnya serta pemotongan 15 pohon yang dibantu oleh Dinas Perumahan dan Permukiman (Disperkim), diawasi oleh Polsek setempat dan Koramil Semarang Timur serta Lurah Bungangan dan Mlatiharjo.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *