BKIPM Kota Semarang Bersih-bersih Pesisir Pantai di 73 Titik

SEMARANG (Asatu.id) – Badan  Karantina Ikan, Pengendalian Mutu dan Keamanan Hasil Perikanan (BKIPM) Kota Semarang melaksanakan program dari Kementerian Kelautan dan Perikanan dengan tema “Bersih-Bersih Pantai Menghadap ke Laut”, di Pantai Maron, Minggu (19/8).

Program tersebut diikuti sekitar 400 peserta, meliputi mahasiswa, pegawai Dinas dan masyarakat umum.

Kepala BKIPM Kota Semarang Gatot Perdana, mengatakan, pelaksanaan program tersebut merupakan langkah awal untuk meningkatkan kepedulian masyarakat terhadap kebersihan pantai dan laut. Hal itu, menurutnya, memiliki dampak yang besar bagi keberlangsungan hidup generasi berikutnya.

“Ini adalah awal pada kita semua untuk menggugah dan membangkitkan semangat kepedulian kita terhadap lingkungan pantai dan laut, menjaga kebersihan, kemudian kita jaga keindahan dan kemudian juga menjaga keberlangsungan dari fungsi pantai maupun laut ini sehingga bisa menjadikan sesuatu yang bermanfaat bagi anak cucu kita terutama dari sisi pencemaran yang ditimbulkan oleh sampah-sampah yang banyak mencemari pantai maupun laut,” tuturnya.

Sementara itu, Nur Hidayah, Panitia Penyelenggara Acara dari World Clean up Day Jawa Tengah mengatakan, program tersebut dilaksanakan di 73 titik pesisir pantai di seluruh Indonesia. Ia mengungkapkan, jumlah tersebut sekaligus sebagai ajang peringatan HUT RI ke-73.

“Ini karena Indonesia ulang tahun ke-73 jadi ada 73 pesisir pantai yang kita bersihkan,” ujarnya.

Ia mengatakan, program tersebut dilaksanakan untuk mengurangi sampah yang menimbun di pantai. Menurutnya, sampah, terutama plastik sangat membahayakan untuk kehidupan.

“Plastik sangat bahaya, karena di laut banyak ikan-ikan yang makan plastik. Terus mereka mati, terus otomatis ada beberapa jenis plastik yang masuk, kemudian kita yang makan ikan. Ini sangat membahayakan. Dari hasil penelitian tahun 2015, kalau nggak salah, kita dinobatkan menjadi penghasil sampah di laut nomor dua. Jadi kita ingin mengurangi itu dan menyadarkan kembali bagi masyarakat se-Indonesia sendiri untuk membuang sampah di tempatnya,” terangnya.

Sebelumnya, ada tujuh jenis sampah yang yang diklasifikasikan dalam program bersih-bersih pantai ini. Penglasifikasian itu meliputi sampah plastik kemasan nonfleksibel, sampah kaca atau beling, sampah kain atau jaring-jaring, sampah kaleng atau baterai, sampah karet dan lainnya. Nur mengungkapkan, sampah-sampah itu dipilah untuk memudahkan dalam pengolahan.

“Kita pilah-pilah kayak gini, karena ketika sampahnya sering dipilah berarti kita memudahkan kita untuk mengolah sampah. Sampah ini bakal diangkut sama Dinas Lingkungan Hidup. Namun tidak semua sampah ini kita buang ke tempat sampah, ke TPA. Jadi apa yang bisa diolah itu bisa dikasih ke pengepul,” jelasnya. (is)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *