Komisi D DPRD Kota Usul Sunan Kuning Dijadikan Pusat Hiburan dan Kuliner

SEMARANG (Asatu.id) – DPRD Kota Semarang mendukung dan tidak mempermasalahkan rencana penutupan Resosialisasi Argorejo atau yang lebih dikenal dengan Lokalisasi Sunan Kuning (SK).

Namun, sebelum dilakukan penutupan, anggota dewan meminta dilakukan kajian secara mendalam.

Sebelumnya diwacanakan bahwa Pemerintah Kota Semarang akan melakukan penutupan  Lokalisasi Sunan Kuning pada 2018 ini, atau maksimal di tahun 2019 mendatang.

Menanggapi hal itu, anggota Komisi D DPRD Kota Semarang, Anang Budi Utomo, meminta Pemkot Semarang agar melakukan kajian secara mendalam. Baik dampaknya maupun rencana aksi menjadikan lokalisasi tersebut bebas dari prostitusi.

‘’Kalau kami hanya usul, manakala nanti jadi ditutup, perkampungan Argorejo sebaiknya dijadikan sebagai pusat hiburan dan kuliner,’’ kata Anang di Kantor DPRD Kota Semarang, Kamis (16/8).

Sementara untuk penghuni Argorejo, dia mengharapkan diberikan bekal pelatihan usaha. Sehingga saat ditutup mereka dapat hidup mandiri dan tidak lagi menjajakan diri secara terselubung.

‘’Selain itu (setelah Argorejo ditutup) pengawasan juga harus dilakukan secara ketat, sehingga mereka tidak berpindah tempat saja’’, tegasnya.

Anang menambahkan, Pemkot Semarang juga diharapkan melakukan pendataan secara baik terhadap para penghuni Resosialisasi Argorejo. Sehingga pemantauan terhadap mereka dapat dilakukan secara baik saat Argerojo sudah ditutup. (bud)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *