Ita : Keluhan Pedagang Terminal Terboyo Secepatnya akan Ditindaklanjuti

SEMARANG (Asatu.id) – Keluhan dari pedagang Terminal Terboyo yang resah terkait dengan rencana Dinas Perhubungan Kota Semarang yang akan memindah pedagang Terminal Terboyo ke Pasar Banjardowo, sempat didengar langsung oleh Wakil Walikota Semarang Hevearita Gunaryanti Rahayu.

Menurut Ita, sapaan akrab Wakil Walikota itu mengatakan, keluhan yang disampaikan pedagang nantinya akan ditindaklanjuti dengan rapat mendalam yang melibatkan baik dari pihak pedagang, Dinas Perhubungan, dan Dinas Perdagangan Kota Semarang.

“Sudah kita sepakati bersama dengan ketua DPRD, Sekretaris Dinas Perhubungan, dan perwakilan pedagang, bahwa nanti hari selasa (21/8) akan ada pertemuan lanjutan untuk mebahas hal ini,” katanya.

Lebih lanjut Ita menjelaskan, Terminal tipe A Mangkang merupakan ranah dari Kementrian Perhubungan, sehingga pihaknya tidak bisa asal masuk. Namun demikian terkait dengan keinginan pedagang untuk bisa menempati kios di Terminal Mangkang, Ita sempat menghubungi secara langsung Kepala Balai Pengelolaan Transportasi Darat Wilayah X Provinsi Jateng dan DIY, Prasetyo sebagai pihak terkait pengelolaan Terminal Mangkang yang dikelola oleh Kementerian Perhubungan.

“Kami tidak bisa asal memasukkan pedagang dari Terminal Terboyo ke Mangkang, karena  itu wilayahnya pusat. Jadi kalau apa-apa ibaratnya ya kita harus ijin kesana. Tadi sudah saya hubungi yang berkaitan, beliau menjelaskan saat ini di Mangkang juga akan dibongkar,” jelasnya.

Artinya, para PKL Terboyo juga tidak bisa menempati terminal Mangkang karena saat ini masih dalam proses lelang untuk dibongkar. Dalam kesempatan itu, Ita juga meminta perwakilan pedagang untuk menyerahkan data seluruh pedagang, untuk diserahkan kepada Balai Pengelolaan Transportasi Darat Wilayah X Provinsi Jateng dan DIY untuk kedepan dapat menempati kios di Terminal Mangkang.

“Saya minta data seluruh pedagang, nanti kami akan pelajari dan menyerahkan data itu kepada balai,” katanya.

Sementara yang menjadi permasalah, terkait kekhawatiran pedagang pasca dibongkarnya Terminal Terboyo, Ita menganjurkan agar pedagang bersedia untuk menempati sementara Pasar Banjardowo.

“Nanti kita duduk bersama, untuk membahas bagaimana nanti supaya relokasi sementara yakni Pasar Banjardowo bisa ramai, hari Selasa kita bahas itu,” ungkapnya.

Ita juga mengungkapkan, Dinas Perhubungan Kota Semarang juga berencana akan membuat kawasan Pasar Banjardowo menjadi Sub Terminal Angkot. Hal tersebut merupakan salah satu cara untuk membuat pasar lebih hidup dan ramai.

“Seperti yang dikatakan Sekretaris Dinas Perhubungan yang akan membuat kawasan pasar banjardowo menjadi sub terminal angkot, ada juga nanti jalan itu dikeraskan, sehingga bisa menjadi ramai. Jadi kita harapkan hari selasa nanti bisa ketemu bisa selesai untuk permasalahan ini,” imbuhnya.

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *