Inilah Delapan Nominasi Kampung Tematik Lolos Lomba Ekonomi Kreatif Kota Semarang

Foto : Humas Pemkot Semarang/doc.

SEMARANG (Asatu.id) – Setelah melalui tahap penjurian yang panjang, dari 16 kampung tematik yang ada di 16 Kecamatan Kota Semarang, akhirnya telah dipilih delapan besar nominasi kampung tematik pada gelaran Lomba Ekonomi Kreatif yang digelar oleh Pemerintah Kota Semarang.

Delapan kampung tematik di delapan kelurahan tersebut antara lain Kampung Batik, Kampung Alam Malon, Kampung Jajan Pasar, Kampung Hasta Karya, Kampung Agro, Kampung Home Industri, Kampung Seni, Kampung Nasi Ayam.

Wali Kota Semarang Hendrar Prihadi memgatakan hari ini adalah tahap penentuan tiga juara kampung tematik dari 16 titik di 16 kecamatan. Setiap kecamatan telah mengirimkan satu titik lokasi kampung tematik.

“Kemudian ditinjau oleh juri di lapangan lalu dipilih delapan besar dan hari ini diputuskan tiga juara yang akan diumumkan pada upacara HUT RI ke-73 tahun di Halaman Bali Kota Semarang,” ujarnya di ruang Loka Krida Bali Kota Semarang, Rabu (15/8).

Wali Kota yang akrab disapa Hendi ini menuturkan bahwa kampung tematik ini merupakan program yang ide originalnya untuk menggerakan maysarakat membuat wilayahnya tidak kumuh lagi. Hal ini dapat menjadi motivasi bagi camat dan lurah agar di setiap kampungnya memiliki infrastruktur yang bagus.

“Selain itu kampungnya menjadi lebih bersih dan asri karena banyak pepohonan,  dan yang tidak kalah pentingnya adalah potensi ekonomi lokal akan berkembang,” ungkapnya.

Seperti pada kampung jajan pasar di kelurahan Gajahmungkur yang tadinya omsetnya hanya Rp 1 juta setiap bulan meningkat hingga Rp 3 juta setiap bulan dengan adanya stimulan dari kredit wibawa dan program kampung tematik ini yang datang menjadi semakin banyak.

“Ada juga kampung batik di Kelurahan Rejomulyo yang tadinya mereka hanya memiliki tiga pengrajin sekarang sudah mencapai 20 pengrajin dan rata-rata omsetnya tiga kali lipat meningkat,” jelasnya.

Hendi menambahkan tahun ini Kota Semarang sudah memiliki 194 kampung tematik dan akan terus bertambah setiap tahunnya.

“Tahun depan nanti kita tambah lagi menjadi 72 di anggaran murni. Untuk itu saya berharap bagi para camat bahwa seyogyanya program kampung tematik ini tidak berhenti pada anggaran stimulant sebesar Rp 200 juta saja,” pungkasnya

Akan tetapi, lanjut dia, harus ada sebuah inovasi kreatif untuk menggerakkan masyarakat agar dapat melakukan swadaya dam mampu bersinergi dengan perusahaan yang ada di wilayah untuk bermitra menggerakkan perekonomian. (bud)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *