Akan Dipindah ke Pasar Banjardowo, Puluhan Pedagang Terminal Terboyo Mengadu ke Dewan

SEMARANG (Asatu.id) – Puluhan Pedagang Terminal terboyo mengadu ke DPRD Kota Semarang, terkait dengan rencana Pemerintah Kota Semarang yang akan membongkar terminal terboyo pada tanggal 1 September mendatang.  Dan akan merelokasi pedagang ke Pasar Banjardowo.

Perwakilan Pedagang Terminal Terboyo, Hendro Cahyono mengatakan, pihaknya menolak rencana dari Dinas Perhubungan Kota Semarang untuk merelokasi pedagang ke pasar Banjardowo, karena dinilai pasar tersebut merupakan pasar mati.

“Kami tidak mau jika di pindah ke pasar banjardowo, ini sudah tidak sesuai dengan kesepakatan awal yakni pedagang Terminal Terboyo akan dipindah ke Terminal Mangkang,” katanya, Kamis (16/8).

Menurutnya, pada tahap awal sosialisasi dari Dinas Perhubungan, sudah menyepakati bahwa pedagangan akan dipindah ke Terminal Mangkang. Namun demikian, dengan digantikanya pejabat dari Dinas Perhubungan, kebijakan terbut berubah yakni pedagang akan direlokasi ke pasar Banjardowo.

“Pada tahap awal sosialisasi sudah disepakati akan dipindah ke terminal mangkang, dan itu sudah tertulis dalam poin rapat yakni tanggal 16 November 2017,” katanya.

Adapun isi dari poin hasil rapat tersebut, Hendro memaparkan Pemindahan kios dari terminal terboyo ke terminal penggaron dan terminal tipe A Mangkang, sebanyak 137 pedagang.  Dimana terminal tipe A Mangkang memiliki 124 unit kios yang berada di lantai 1 dan 2 yang saat ini masih dalam kondisi kosong.

“Kurang lebih itu yang menjadi poin tahun 2017 lalu, dimana kami Pedagang Terminal Terboyo akan di pindahkan ke terminal mangkang,” paparnya.

Namun demikian, lanjut Hendro salah seorang pejabat dari Dinas Perhubungan Kota Semarang, menjanjikan bahwa sudah disediakan 70 kios di terminal Mangkang untuk pedagang terminal Terboyo. Namun  seiring berjalannya waktu, jumlah kios menyusut tersisa 35 kios.

“Dengan sisa 35 kios, kami membuat proposal yang dijembatani oleh Ketua DPRD Kota Semarang untuk membantu mencari dana CSR yakni dari Perbankan. Namun ketika sudah mendapatkan dana tersebut dan material sudah datang untuk pembangunan, kami diberitahu oleh pejabat baru dari Dinas perhubungan bahwa kiosnya hanysa sisa 15 dan kami akan dipindah ke Pasar Banjardowo, kami sangat kecewa,” katanya.

Keresahan Hendro dan Pedagang terboyo bukanlah tanpa sebab, lantaran sebelumnya telah muncul surat edaran yang menyebut jika per tanggal 1 September mendatang Terminal Terboyo akan segera dibongkar.

“Jelas kita menolak. Padahal kami pedagang Terboyo selama ini juga membayar PBB, tidak hanya retribusi. Kok kita digusur tidak seperti pedagang yang ada di bantaran sungai BKT, direlokasi bahkan dibuatkan tempat baru,” tegasnya.

Endro berharap, dengan upaya audiensi perwakilan PKL Terboyo yang berjumlah kurang lebih 130 PKL dengan DPRD Kota Semarang dapat diberikan solusi yang terbaik. Menurutnya, para PKL hanya berharap keputusan pemindahan tetap seperti semula dan tidak ada lagi perubahan keputusan dengan dalih oknum yang menjabat sudah berganti.

“Keinginan dari kami ya dikembalikan sesuai dengan komitmen awal, karena kami mempunyai notulen rapat mulai dari sosialisasi awal. Tidak mungkin kan tahu-tahu ada orang yang menempati kios yang dijanjikan kepada kami tanpa ijin,” imbuhnya. (bud)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *