MUI dan Ormas Islam Tandatangani Pernyataan Sikap Dukung Pemilu Sukses

SEMARANG (Asatu.id) – Majelis Ulama Indonesia (MUI) dan Organisasi Massa (Ormas) Islam Jawa Tengah merasa prihatin, Pemilihan Presiden (Pilpres) belum dimulai tapi kecenderungan ujaran kebencian dan saling fitnah terutama melalui media sosial, (medsos), sudah terasa meningkat.

”Kondisi ini tidak bisa dibiarkan. Kami mohon semua pihak untuk menghentikan fitnah dan ujaran kebencian melalui media apa pun,” kata Ketua Umum Majelis Ulama Indonesia (MUI) Jateng, KH Ahmad Darodji, kemarin.

Dia membacakan pernyataan sikap yang ditandatangani oleh Pengurus MUI Kabupaten/Kota se-Jateng dan pimpinan Ormas Islam Jateng di akhir acara Konsolidasi MUI Se-Jawa Tengah di ruang Rama Shinta Hotel Patra Semarang.

Selain KH Ahmad Darodji, tampil sebagai pembicara Sekretaris Komisi Fatwa, KH Fadlolan Musyafa, dan Sekretaris Umum Dewan Pertimbangan MUI Pusat, KH Noor Achmad.

Dalam pernyataan sikap itu disebutkan, MUI dan Ormas Islam bertekad menyukseskan Pemilu 2019 yang aman, lancar dan damai sebagai ikhtiar untuk membangun bangsa Indonesia menjadi lebih sejahtera, adil dan makmur berdasarkan Pancasila dan UUD 1945.

Kemudian mendorong umat Islam untuk menggunakan hak pilih guna memilih pasangan Calon Presiden dan Wakil Presiden Republik Indonesia dan calon DPR, DPRD dan DPD yang amanah sesuai dengan hati nurani.

”Mendukung pemerintah dan penyelenggara Pemilu untuk mewujudkan pemilu yang Langsung, Umum, Bebas, Rahasia, Jujur, dan Adil sesuai dengan peraturan yang berlaku,” katanya.

Mereka berkomitmen menolak politik uang (money politics), kampanye hitam, penyebarluasan berita bohong (hoaxs), pembunuhan karakter (character assassination), fitnah dan ujaran kebencian di masyarakat. Menolak tempat ibadah (masjid, mushalla) dijadikan kegiatan politik praktis dan mendorong agar umat Islam dewasa dalam berpolitik, tetap rukun dan damai meski berbeda pilihan politik.

Pernyataan tersebut ditandatangani KH Abdul Mujib Sholeh mewakili MUI Kabupaten/Kota Se-Jawa Tengah, H Mahsun mewakili PWNU Jateng, H Musman Tholib mewakili PW Muhammadiyah Jateng, H Achmad (Dewan Masjid Indonesia Jateng), Nur Fauzan Ahmad (PW IPHI Jateng), Singgih Tri S (DPW LDII Jateng), Iskandar Chang I Pao (PW PITI Jateng dan KH Ahmad Darodji (MUI Jateng). (bud)

Mungkin Anda juga menyukai

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *